Semua tentang Pep Guardiola: 20 Trofi, 865 Poin, dan Sepak Bola Level Dewa yang Mengubah Liga Inggris

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Ketika Pep Guardiola resmi datang ke Manchester City pada musim panas 2016, banyak orang percaya Liga Inggris akan menjadi tantangan terberat dalam kariernya.

Ia memang sukses besar bersama Barcelona dan Bayern Munich, tetapi Premier League dianggap berbeda. Kompetisi ini terkenal keras, cepat, penuh duel fisik, dan nyaris tidak memberi ruang bagi sepak bola idealis yang selama ini dibawa Guardiola.

Baca Juga :
Erling Haaland Raih Gelar Sepatu Emas Liga Inggris 2025/2026
Respons Joe Hart usai Pep Guardiola Menyesal Buang Dirinya dari Manchester City

Bahkan tidak sedikit yang meragukan apakah filosofi permainan Guardiola bisa benar-benar bertahan di Inggris.

Namun 10 tahun kemudian, semua keraguan itu justru berubah menjadi sejarah besar.

Guardiola bukan sekadar sukses di Manchester City. Ia mengubah klub itu menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris sekaligus membangun salah satu era paling menakutkan dalam sejarah Premier League.

Selama satu dekade, Guardiola mempersembahkan 20 trofi utama, mencatat win rate tertinggi dalam sejarah Premier League, serta menghancurkan begitu banyak rekor yang sebelumnya terasa mustahil disentuh.

Yang lebih luar biasa, City di bawah Guardiola tidak hanya menang. Mereka menang dengan cara yang membuat dunia terpukau.

Musim 100 Poin yang Mengubah Segalanya

Jika harus memilih satu musim yang paling merepresentasikan kegilaan Manchester City era Guardiola, maka jawabannya adalah musim 2017/2018.

Musim itu City tampil seperti mesin yang tidak bisa dihentikan.

Mereka memenangkan 32 pertandingan liga dari total 38 laga dan hanya kalah dua kali sepanjang musim. Puncaknya terjadi pada laga terakhir melawan Southampton ketika gol telat Gabriel Jesus memastikan City mencapai 100 poin.

Angka itu terasa tidak masuk akal. Sebelum Guardiola datang, belum pernah ada klub Inggris yang mencapai 100 poin dalam satu musim liga. Bahkan Guardiola sendiri sempat mengatakan rekor itu mungkin tidak akan pernah terulang lagi.

Musim tersebut juga melahirkan rekor lain: 32 kemenangan dalam satu musim Premier League. Rekor sebelumnya milik José Mourinho bersama Chelsea dengan 30 kemenangan pada 2004/2005. Guardiola menghancurkannya.

Bukan cuma menang, City juga melakukannya dengan gaya brutal. Mereka mencetak 106 gol liga dalam satu musim, rekor yang masih bertahan hingga sekarang.

Di lini depan ada Sergio Agüero, Gabriel Jesus, Raheem Sterling, dan Leroy Sané. Sementara di belakang mereka, Kevin De Bruyne serta David Silva memainkan sepak bola yang terasa seperti seni.

Baca Juga :
Pemain Manchester United Ucapkan Salam Perpisahan usai Empat Tahun Penuh Cobaan
Momen Declan Rice Terpukul Saat Tahu West Ham Degradasi di Tengah Pesta Juara Arsenal
West Ham Terdegradasi, Reaksi Manuel Lanzini Bikin Fans Makin Sedih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Italia: Roma dan Como Tikung AC Milan untuk Tiket Liga Champions, Juventus Juga Absen, Martinez Pencetak Gol Terbanyak
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Transisi Energi Indonesia Dinilai Belum Adil, LBH APIK Soroti Peran Perempuan
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polres Bekasi Gelar Patroli Skala Besar untuk Cegah Kejahatan Jalanan
• 46 menit lalurepublika.co.id
thumb
Mendekati Hari Raya Idul Adha Hewan Kurban di Lapak Pedagang Diperiksa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kementerian PPPA Menjamin Aspirasi Perempuan Diperhitungkan di RPJMN
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.