VIVA – Musim buruk yang dijalani AC Milan akhirnya memakan korban besar. Rossoneri resmi memecat Massimiliano Allegri pada Senin 26 Mei 2026, hanya setahun setelah sang pelatih kembali untuk menjalani periode keduanya bersama klub.
Tak hanya Allegri, Milan juga melakukan bersih-bersih besar di jajaran manajemen. CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, hingga Direktur Teknik Geoffrey Moncada turut dilepas sebagai bagian dari restrukturisasi total klub.
Keputusan drastis ini diambil setelah Milan gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Klub yang tujuh kali menjuarai Eropa itu harus puas tampil di Liga Europa, sebuah hasil yang dianggap jauh dari ekspektasi.
Dalam pernyataan resminya, Milan menegaskan perubahan besar memang dibutuhkan demi membangun ulang fondasi klub.
“Ini saatnya perubahan dan reorganisasi mendalam di departemen olahraga klub,” tulis pernyataan resmi AC Milan.
“Mulai berlaku segera, masa jabatan CEO Giorgio Furlani, Sporting Director Igli Tare, pelatih kepala Massimiliano Allegri, dan Technical Director Geoffrey Moncada di AC Milan telah berakhir.”
Milan juga tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang dilepas.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka selama berada di klub.”
Pemilik klub, RedBird Capital yang dipimpin pebisnis Amerika Serikat Gerry Cardinale, disebut menilai musim ini sebagai “kegagalan yang tidak bisa ditoleransi”.
Kembalinya Allegri pada awal musim sebenarnya sempat memunculkan optimisme besar di San Siro. Pelatih berpengalaman itu diharapkan mampu mengembalikan Milan ke persaingan papan atas Italia dan Eropa.
Namun kenyataannya jauh dari harapan. Performa Milan inkonsisten sepanjang musim dan gagal bersaing dalam perebutan gelar Serie A maupun tiket Liga Champions.
Kini, Milan bersiap membuka lembaran baru dengan proyek besar yang diyakini bakal dimulai dari nol. Rossoneri disebut akan segera mengumumkan sosok pengganti di kursi pelatih dan struktur manajemen anyar dalam waktu dekat.
Ironisnya, Milan bukan satu-satunya raksasa Italia yang mengalami musim mengecewakan. Juventus juga harus turun kasta ke Liga Europa musim depan setelah gagal finis di zona Liga Champions.





