Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha, pada bulan ini juga terdapat amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya puasa Arafah. Puasa sunnah ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Iduladha.
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jamaah haji yang sedang menjalani wukuf di Padang Arafah, puasa ini tidak disunnahkan karena dikhawatirkan dapat mengurangi kondisi fisik saat melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Tak hanya bernilai pahala besar, puasa Arafah juga menjadi momentum memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan sebelum dan selama menjalankan puasa Arafah agar ibadah semakin maksimal.
Persiapan Sebelum Puasa Arafah 1. Memperkuat Niat dan Memahami KeutamaannyaSebelum menjalankan puasa Arafah, penting bagi setiap muslim untuk memahami keutamaan puasa ini. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Dengan memahami keutamaannya, seseorang akan lebih semangat menjalankan ibadah dan menjaga puasanya dengan sungguh-sungguh.
2. Menjaga Kondisi TubuhAgar puasa dapat dijalani dengan lancar, menjaga kesehatan sebelum hari pelaksanaan juga perlu diperhatikan. Istirahat cukup, memperbanyak minum air putih pada malam hari, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh tetap kuat saat berpuasa.
Baca Juga
- Niat dan Cara Melakukan Salat Iduladha Sendiri di Rumah
- Bolehkah Salat Iduladha Sendiri di Rumah?
Puasa Arafah diawali dengan niat. Niat dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut lafadz niat puasa Arafah:
“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”
4. Memperbanyak Taubat dan IstighfarMenjelang puasa Arafah, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Momen ini dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus membersihkan hati dari berbagai kesalahan.
Hal yang Perlu Dilakukan Selama Puasa Arafah 1. Melaksanakan SahurSahur merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain memberikan energi selama berpuasa, sahur juga memiliki keberkahan tersendiri.
Tidak perlu makanan berlebihan, yang terpenting adalah tetap makan dan minum secukupnya agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah puasa.
2. Menjaga Perkataan dan PerilakuPuasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari ucapan buruk, emosi berlebihan, serta perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Karena itu, selama puasa Arafah dianjurkan untuk memperbanyak sikap sabar, menjaga lisan, dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.
3. Memperbanyak IbadahAgar puasa semakin bermakna, isi waktu dengan berbagai amalan baik seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Hari Arafah juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa, sehingga banyak umat muslim memanfaatkan momen ini untuk memohon ampunan dan kebaikan dunia akhirat.
4. Menyegerakan Berbuka PuasaSaat waktu Magrib tiba, umat muslim dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Menyegerakan berbuka termasuk sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan dalam Islam.
Berbukalah secukupnya dan jangan berlebihan agar tubuh tetap nyaman saat melanjutkan ibadah malam.
Jadwal Puasa Arafah 2026Berdasarkan kalender Hijriah 2026, puasa Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Namun, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah terkait awal Dzulhijjah.
Keutamaan Puasa ArafahPuasa Arafah memiliki banyak keutamaan bagi umat muslim yang menjalankannya. Selain menjadi amalan sunnah yang dicintai Allah SWT, puasa ini juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak pahala menjelang Hari Raya Iduladha.
Berikut beberapa keutamaan puasa Arafah:
- Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
- Menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada bulan Dzulhijjah.
- Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
- Menjadi momentum memperbanyak doa dan dzikir.
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sayang untuk dilewatkan. Dengan persiapan yang baik dan memperbanyak amalan selama berpuasa, diharapkan ibadah yang dijalankan menjadi lebih maksimal dan penuh keberkahan.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Iduladha, dan sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, serta menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada bulan Dzulhijjah.
Sebelum puasa Arafah, penting untuk memperkuat niat, menjaga kondisi tubuh, membaca niat puasa, dan memperbanyak taubat serta istighfar.
Selama puasa Arafah, dianjurkan untuk melaksanakan sahur, menjaga perkataan dan perilaku, memperbanyak ibadah, dan menyegerakan berbuka puasa.
Puasa Arafah pada tahun 2026 diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, namun penetapan resmi menunggu hasil sidang isbat pemerintah.





