JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/5/2026).
Namun, Nasaruddin belum dapat memastikan kehadiran Presiden karena Kepala Negara dijadwalkan menghadiri pertemuan penting di Perancis.
Baca juga: 7 Titik Parkir untuk Jemaah Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta
"Ya kita berharap Presiden sudah tiba di Indonesia karena beliau ada pertemuan yang sangat penting di Perancis. Mudah-mudahan sudah pulang ke Indonesia, itu harapan kita," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Jika Presiden tidak dapat hadir, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mengikuti ibadah shalat Idul Adha tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal.
Menurut Nasaruddin, agenda Presiden ke Perancis bersifat mendadak.
Baca juga: Pembagian Daging Kurban di Masjid Istiqlal Tak Pakai Kupon, Calon Penerima Sudah Didata
"Ya, mudah-mudahan lah. Kita berdoa semoga urusannya beliau lancar, sehingga bisa bersama-sama kita semuanya menunaikan ibadah Idul Adha bersama," jelasnya.
Nasaruddin menyampaikan, Masjid Istiqlal akan menggelar shalat Idul Adha 1447 Hijriah tingkat kenegaraan mulai pukul 07.00 WIB pada Rabu besok.
"Ibadah shalat Idul Adha dapat diikuti masyarakat umum dengan tetap memperhatikan ketertiban, kenyamanan serta protokol kesehatan yang berlaku," ungkapnya.
Baca juga: Anshoruddin Jadi Imam Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Khatib Rektor UIN Makassar
Dalam rangkaian ibadah tersebut, khotbah Idul Adha akan disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D.
Tema khotbah Idul Adha tahun ini adalah “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Sementara itu, imam shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal adalah H. Ahmad Anshoruddin Ibrahim, M.Ag.
Baca juga: Masjid Istiqlal Terima 59 Sapi Kurban, Milik Prabowo dan Gibran Berbobot di Atas 1 Ton
Adapun H. Muzakkir Abdurahman, Lc, MA akan bertindak sebagai imam badal.
Untuk akses masuk, panitia membagi jalur jemaah menjadi dua kategori.
Bagi jemaah umum yang berjalan kaki, akses masuk dibuka melalui Gerbang Al-Fattah di seberang Gereja Katedral Jakarta, serta Gerbang As-Salam 1 dan As-Salam 2 di seberang Halte Juanda.
Baca juga: Wapres Gibran Shalat Id di Masjid Istiqlal, Ditemani Jan Ethes
Sementara bagi jemaah yang membawa kendaraan pribadi, akses masuk dibuka melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin di seberang SMPN 4 Jakarta untuk memarkir kendaraan di area basement Masjid Istiqlal.
Titik Parkir untuk JemaahPanitia menyediakan tujuh titik parkir di sekitar Masjid Istiqlal untuk menampung kendaraan jemaah shalat Idul Adha, yakni:
- Area parkir basement Masjid Istiqlal B1 dan B2 dengan kapasitas 600 mobil.
- Area parkir Pertamina dengan kapasitas 400 mobil.
- Area parkir Kementerian Agama dengan kapasitas 150-200 mobil.
- Area parkir Lapangan Banteng dengan kapasitas 200 mobil.
- Area parkir Gereja Katedral dengan kapasitas 200 motor.
- Area parkir Kantor Pos dengan kapasitas 200 mobil.
- Area parkir belakang Gedung TNI AD dengan kapasitas 100 mobil.





