Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Idul Adha mengajak serta mengajarkan umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar dia di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan ibadah kurban memiliki makna sosial yang nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan, dan protein keluarga.
Di samping itu, kata dia, daging kurban membantu masyarakat yang membutuhkan dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” kata dia.
Baca juga: DKI tiadakan ganjil genap pada 27-28 Mei 2026
Maka dari itu, ia mengajak umat untuk menjadikan Idul Adha sebagai kesempatan memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah memberi dampak bagi sesama.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi peristiwa penting memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, toleransi, hingga solidaritas sosial yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia.
“Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial,” katanya.
Ia mengatakan nilai-nilai tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk tradisi saling membantu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Masjid Istiqlal jadi model penyelenggaraan kurban di Asia Tenggara
Baca juga: Menbud: Idul Adha perkuat nilai solidaritas dan budaya gotong royong
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar dia di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan ibadah kurban memiliki makna sosial yang nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan, dan protein keluarga.
Di samping itu, kata dia, daging kurban membantu masyarakat yang membutuhkan dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” kata dia.
Baca juga: DKI tiadakan ganjil genap pada 27-28 Mei 2026
Maka dari itu, ia mengajak umat untuk menjadikan Idul Adha sebagai kesempatan memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah memberi dampak bagi sesama.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi peristiwa penting memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, toleransi, hingga solidaritas sosial yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia.
“Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial,” katanya.
Ia mengatakan nilai-nilai tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk tradisi saling membantu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Masjid Istiqlal jadi model penyelenggaraan kurban di Asia Tenggara
Baca juga: Menbud: Idul Adha perkuat nilai solidaritas dan budaya gotong royong





