Bahasa Daerah Bukan Sekadar Mata Pelajaran di Kelas

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Bahasa ibu tidak cukup hanya diajarkan sebagai mata pelajaran di ruang kelas, tetapi perlu digunakan dalam aktivitas belajar sehari-hari di sekolah. Untuk itu, bahasa daerah tidak boleh hilang ditelan zaman, generasi muda harus terus melestarikan bahasa ibu agar tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat mengatakan, Indonesia yang memiliki ratusan bahasa daerah, pelestarian bahasa bukan hanya upaya menjaga alat komunikasi, melainkan menjaga ingatan kolektif, nilai budaya, dan identitas bangsa. Bahasa daerah adalah rumah bagi cerita rakyat, petuah leluhur, hingga cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.

Berdasarkan pemetaan vitalitas bahasa sejak 2019 hingga kini bangsa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah dan menjadi negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Namun, sebagian bahasa tersebut kini berstatus rentan, terancam punah, hingga kritis.

“Jika bahasa daerah hanya hadir dalam buku atau sekadar menjadi mata pelajaran tanpa digunakan dalam pembelajaran sehari-hari, maka lama-kelamaan bahasa daerah hanya akan menjadi kenangan,” kata Atip dalam keterangan pers Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, Selasa (26/5/2026).

Atip mendorong agar bahasa daerah diperkuat melalui penggunaannya sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar di sekolah. Langkah itu dinilai penting agar generasi muda tetap akrab dan bangga menggunakan bahasa ibu mereka.

Bahasa daerah adalah identitas bangsa sekaligus aset luar biasa yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, teknologi juga harus dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Di era akal imitasi (AI) bahasa daerah harus ikut masuk ke dalam ekosistem digital agar tidak tertinggal.

Baca JugaBahasa Pemersatu Bangsa

Ia menilai pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM) perlu dioptimalkan agar bahasa-bahasa daerah Indonesia dapat digunakan secara luas di ruang digital, mulai dari aplikasi hingga platform AI masa depan.

“Bahasa daerah juga harus masuk ke dalam ekosistem AI agar tetap relevan dan terus digunakan generasi muda,” ucap Atip.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menambahkan, FTBIN 2026 yang digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Depok pada 22-26 Mei 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Ini juga momentum penting dalam upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah di Indonesia.

Baca JugaBahasa ”Walikan” Malang, dari Alat Perjuangan hingga Masuk Dunia Intelektual

Menurutnya, program revitalisasi bahasa daerah tidak hanya berhenti pada pelatihan atau pembelajaran di kelas, tetapi melibatkan proses panjang mulai dari koordinasi lintas instansi, penyusunan bahan ajar, pelatihan guru, pengimbasan di sekolah, hingga festival berjenjang dari tingkat sekolah sampai provinsi.

“Kita ingin anak-anak mengenal naskah kuno, sastra lama, dan sejarah kebahasaan bangsa sebagai bagian dari penguatan karakter. Momentum menuju 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan melalui bahasa," ujar Hafidz.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang mendapatkan penghargaan revitalisasi bahasa daerah akan terus memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan kelembagaan kebudayaan, kerja sama dengan Badan Bahasa, hingga pelatihan bagi ratusan guru SD dan SMP untuk memperluas gerakan revitalisasi bahasa daerah secara masif.

Ia juga menyoroti pentingnya Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah perkembangan bahasa Melayu yang menjadi fondasi bahasa Indonesia modern melalui karya Raja Ali Haji dan Gurindam Dua Belas.

Sebagai bentuk komitmen menjaga warisan kebahasaan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tengah membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia di Pulau Penyengat yang ditargetkan rampung pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda.

“Bahasa daerah adalah identitas bangsa sekaligus aset luar biasa yang dimiliki Indonesia. Karena itu, seluruh daerah memiliki tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah serta bahasa Indonesia,” ujar Ansar.

Baca JugaBahasa Banjar Kini Sudah Diterjemahkan ke Bahasa Inggris

Mngusung tema “Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa” dengan menghadirkan 137 peserta terbaik tingkat provinsi yang mewakili 105 bahasa dan dialek dari 36 provinsi di Indonesia. Mereka adalah siswa sekolah dasar dan menengah yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah di wilayah masing-masing.

Festival ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan bahasa daerah melalui tembang, pidato, dongeng, hingga seni pertunjukan kreatif, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya bagi generasi muda Indonesia.

Siswi kelas IX SMPN 1 Rambah Hilir, Rahmi Oktavia mengaku bangga dapat mengenalkan Tembang Tradisi Onduo dalam festival tersebut. Baginya, FTBIN adalah wadah nyata generasi muda dalam menjaga warisan leluhur sekaligus belajar menghargai keberagaman.

Baca JugaBahasa Daerah di Maluku Utara di Ambang Kepunahan

Rahmi juga mengajak generasi muda untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, langkah sederhana seperti berbicara menggunakan bahasa ibu di rumah atau lingkungan sekitar menjadi cara penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

"Di Festival Tunas Bahasa Ibu ini, kami bisa melestarikan bahasa daerah masing-masing sekaligus belajar toleransi. Dengan terus menuturkannya, kita ikut menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup,” ujar Rahmi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Terus Bongkar Korupsi Sektor Tambang, Pengusutan Kasus Bauksit Tuai Apresiasi Publik
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Makassar Raih Penghargaan Nasional, Munafri Tegaskan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun untuk Cegah Anak Putus Sekolah
• 7 jam laluharianfajar
thumb
SAFEnet Ungkap Tren Meningkatnya Pembatasan Berekspresi di Ruang Digital
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina Retail Gelar Simulasi PKD di SPBU COCO Langsep Malang
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Spill Syarat Beasiswa BCA Finance 2026: Ada Bantuan Rp3,5 Juta per Semester Buat Kamu
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.