Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan menghadapi Iduladha 2026 dari sisi ketersediaan ternak, pengawasan kesehatan hewan, hingga penyiapan juru sembelih halal.
Indyah Aryani Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada Radio Suara Surabaya menyebut stok ternak kurban di Jatim dalam kondisi aman, bahkan surplus untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri maupun memasok provinsi lain.
Indyah mengatakan, Jawa Timur saat ini tetap menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan ternak kurban nasional, termasuk untuk DKI Jakarta, Jabodetabek, dan Kalimantan. “Kebutuhan kita sangat tercukupi dan surplus untuk ternak-ternak kita, baik sapi potong, kambing, domba, maupun kerbau. Alhamdulillah kita juga sebagai supplier atau penyangga kebutuhan ternak kurban di luar Provinsi Jawa Timur,” ujarnya dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (26/5/2026).
Meski stok melimpah, Pemprov Jatim memberi perhatian besar pada lalu lintas ternak di tengah masih adanya ancaman penyakit mulut dan kuku atau PMK. Karena itu, hewan kurban yang dilalulintaskan antarkabupaten, antarkota, maupun ke luar provinsi wajib sudah divaksin minimal satu kali dan dinyatakan sehat H-14 oleh dokter hewan berwenang. Pemeriksaan itu dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH, serta sertifikat veteriner untuk pengiriman lintas provinsi.
Indyah menegaskan status Jawa Timur memang belum sepenuhnya bebas PMK, tetapi pengendalian terus dilakukan secara intensif. Ia menyebut dalam sepekan hingga 10 hari terakhir menjelang Iduladha, kasus PMK di Jawa Timur berada pada posisi nol. “Dalam seminggu sampai 10 hari ini, menjelang Iduladha dan lalu lintas ternak, alhamdulillah kita zero kasus,” katanya.
Untuk mendukung pengawasan, Dinas Peternakan Jatim mengerahkan hampir 950 sampai 1.000 dokter hewan, sekitar 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, dan hampir 100 pengawas mutu pakan. Pengawasan juga diperkuat dengan keterlibatan asosiasi dokter hewan, sarjana peternakan, keinsinyuran, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang diterjunkan ke lapak-lapak penjualan hewan kurban.
Selain itu, kesiapan Iduladha juga ditopang ribuan juru sembelih halal atau Juleha yang telah dilatih dan disertifikasi. Tercatat ada sekitar 1.997 Juleha bersertifikat di Jawa Timur yang disiagakan di rumah potong hewan dan titik-titik pemotongan kurban di 38 kabupaten/kota. Menurut Indyah, keberadaan Juleha penting karena proses penyembelihan harus memenuhi syarat syariat, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan. “Juru sembelih halal memang harus punya sertifikat. Juru sembelih halal harus punya skill, karena menyembelih ternak itu tidak sederhana. Bukan sekadar cepat mati lalu selesai,” ujarnya.
Secara teknis, Dinas Peternakan juga mencatat ada 2.318 lapak ternak yang sudah direkomendasikan, 208 pasar hewan resmi di seluruh Jawa Timur, 133 rumah potong hewan ruminansia, serta 25.140 lokasi pemotongan hewan kurban di luar RPH yang telah terdaftar. Seluruh titik itu menjadi bagian dari sistem pengawasan untuk memastikan ternak yang dijual dan disembelih memenuhi standar kesehatan dan kelayakan konsumsi.
Pemprov Jatim pun mengimbau masyarakat lebih cermat saat membeli hewan kurban. Salah satu caranya dengan menanyakan SKKH kepada penjual untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat. Indyah menegaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, seluruh proses kurban tahun ini diarahkan agar ternak cukup, sehat, dan daging yang dihasilkan memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. “Ini bentuk komitmen kami sesuai arahan Ibu Gubernur. Ternak kita harus sehat, ternak yang disembelih harus memenuhi rukun dan syarat, serta setelah disembelih layak dikonsumsi oleh yang berhak menerima,” katanya.
Dari sisi pasar, Dinas Peternakan juga mencatat tren permintaan hewan kurban cukup tinggi menjelang Iduladha 2026. Harga sapi, kambing, dan domba mengalami kenaikan dibanding kondisi normal. Meski begitu, stok dinilai tetap aman, dan pemerintah masih membuka dukungan pemasaran, termasuk melalui aplikasi jual beli online milik Dinas Peternakan bagi peternak yang masih memiliki stok cukup banyak.(iss/ham)




