Bisnis.com, PADANG — PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kinerja yang positif hingga April 2026 dan ke depan menargetkan strategi bisnis untuk menjadikan Pegadaian sebagai sahabat investasi masyarakat.
Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi, menyampaikan bahwa capaian positif yang diraih Pegadaian pada awal tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa transformasi perusahaan berjalan di jalur yang tepat.
“Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun. Hal ini berjalan adanya strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Dia menyampaikan momentum usia Pegadaian yang kini memasuki 125 tahun menjadi semangat baru bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan relevan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, capaian ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana Pegadaian terus menjaga kepercayaan masyarakat selama lebih dari satu abad.
“Kami sangat mengapresiasi loyalitas nasabah yang telah menjadikan Pegadaian sebagai solusi finansial terpercaya bagi berbagai generasi. Kinerja positif ini juga lahir dari komitmen dan kolaborasi seluruh Insan Pegadaian dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Agus.
Baca Juga
- Omzet Pegadaian Makassar per April 2026 Capai Rp20,19 Triliun, Disokong Bisnis Emas
- Pegadaian Medan Raup Laba Rp491 Miliar per April 2026
Dia mengatakan Pegadaian akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan layanan yang semakin dekat, mudah diakses, dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern.
Menurutnya, penguatan ekosistem emas melalui layanan Bulion serta inovasi digital melalui aplikasi Tring! menjadi langkah strategis Pegadaian dalam memperluas inklusi investasi di Indonesia.
“Ke depan, kami ingin Pegadaian tidak hanya dikenal sebagai perusahaan gadai, tetapi juga sebagai sahabat investasi masyarakat. Melalui layanan Bulion dan kemudahan transaksi digital, kami optimistis Pegadaian mampu membuka akses investasi emas yang lebih aman, praktis, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mengemaskan Indonesia,” tambah Agus.
Dia mengatakan komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh.
Selanjutnya, Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.
Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
“Pegadaian kini dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas,” sebutnya.
Fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas serta adanya jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia memperkuat posisi perusahaan.
Artinya, minat masyarakat terhadap investasi emas terus menunjukkan tren positif karena emas dinilai sebagai instrumen investasi yang stabil dan memiliki nilai jangka panjang. Melalui layanan Bulion yang terintegrasi, Pegadaian optimistis dapat memperluas akses investasi emas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi nasional.
“Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang relevan, inklusif, dan mampu mendukung visi besar MengEMASkan Indonesia,” tutup Agus.
Sebelumnya, Pegadaian membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif pada periode 30 April 2026.
Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, tumbuh 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun.
Akselerasi performa tersebut juga tercermin dari realisasi total aset yang mencapai Rp183,1 triliun, atau meningkat 56% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp117,8 triliun.
Pertumbuhan aset ini ditopang oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp153,6 triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 triliun.
Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden, dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 0,82% pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51% pada periode yang sama di tahun 2026.
Berkat pengelolaan portofolio yang solid, Pegadaian mencatat peningkatan rasio profitabilitas secara berkelanjutan dengan Return on Asset (ROA) sebesar 7,49% dan Return on Equity (ROE) 29,72%.
Selain itu, efisiensi operasional juga meningkat, tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level 59,71% pada periode ini.





