REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Pengawas Haji DPR RI Hidayat Nur Wahid melakukan sejumlah kunjungan untuk menemui jamaah haji dan petugas menjelang puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdhalifah, dan Mina) guna mendengar aspirasi maupun temuan terkait penyelenggaraan haji untuk diperjuangkan.
Kunjungan pengawasan dimulai setibanya di Makkah pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan mendatangi sejumlah kelompok terbang (kloter) dari Jakarta.
Baca Juga
Cara Halodoc Membawa Digitalisasi Kesehatan ke Level Baru
Indef: Transaksi Capai Rp26,89 T, Hewan Kurban Surplus Ekstrem di Jawa, Daerah Alami Defisit Parah
Prolanis Bantu Peserta JKN Pantau Penyakit Kronis
"Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para jamaah calon haji dan para ulama/tokoh-tokoh pembimbing jamaah dari Jakarta Selatan," kata Hidayat dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin(25/5/2026).
Sejumlah kloter yang ditemui, di antaranya kloter 2 Jakarta yang berada di Sektor 7 Misfalah, Makkah. Di tempat itu, Hidayat berjumpa dan berdialog dengan ratusan orang jamaah haji dan ketua kloter, termasuk mendengarkan masukan dan saran dari para ulama yang juga calon haji dari kloter 02, seperti Kiai Haji Lutfi Zawawi (Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib/FUHAB) dan Kiai Haji A Nawawi Halim (Ketua MUI Jakarta Selatan).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain mendapatkan masukan dan masalah untuk disampaikan kepada Kementerian Haji dan Umrah, Hidayat juga menyampaikan berbagai arahan dan masukan agar para jamaah dapat memaksimalkan keberadaan di Makkah untuk beribadah dan mempersiapkan diri, baik secara fisik, wawasan perhajian maupun mental yang tangguh, menuju puncak haji di Armuzna.
Hidayat juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kemudahan dan kesehatan, bisa mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur, serta turut mendoakan Indonesia dan Gaza/Masjid Al Aqsa dan Palestina.
Jamaah haji Indonesia berdoa saat puncak haji, wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026) dini hari WAS. - (Republika/Fernan Rahadi)
"Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Armuzna. Agar setelah menunggu belasan tahun dan kini bisa ditakdirkan berada di Makkah maka penting dimaksimalkan sehingga bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa’yuna masykur serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia," ujarnya.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI itu juga menemui keluarga anggota jamaah haji M. Firdaus Ahlan dari Kloter 27 yang sempat dinyatakan hilang dan ditemukan dalam keadaan wafat di perbukitan Kuday, Makkah.
Hidayat bersama Sekretaris Umum MUI Jakarta Selatan Kiai Haji Yasdar yang tinggal di kawasan Misfalah, Makkah, bertemu keluarga almarhum untuk menyampaikan santunan dan takziah."Kami doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,"kata dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)