Astra Ubah Strategi, Fokus ke Bisnis Penyumbang Laba Jumbo

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menara Astra. (Dok. Astra)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Astra International Tbk. (ASII) mulai mengencangkan fokus bisnisnya dengan memprioritaskan sektor otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan yang menyumbang sekitar 90% laba perusahaan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari reposisi strategi bisnis Astra setelah perseroan melakukan tinjauan strategis yang diumumkan pada Senin (25/5/2026). Menjelang tujuh dekade berdiri, Astra berupaya mendorong pertumbuhan perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Selain memprioritaskan tiga bisnis utama tersebut, Astra juga akan menjalankan strategi pengembangan yang lebih terarah untuk portofolio bisnis lainnya serta memperkuat disiplin alokasi modal guna mendukung pertumbuhan kinerja dan imbal hasil yang lebih baik.


"Seiring dengan perkembangan dinamika pasar, Astra mereposisi strateginya dengan memberikan fokus pada portofolio bisnis utama yang selama ini memiliki kinerja yang kuat, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan dan Alat Berat & Solusi Pertambangan, menjalankan strategi pengembangan portofolio bisnis yang terarah untuk bisnis lainnya, serta memperkuat disiplin dalam mengalokasikan modal," ujar Presiden Direktur Astra Rudy dalam siaran pers, dikutip Selasa (26/5/2026).

Baca: Kenapa Asing Net Sell Rp 2,1 T, tapi IHSG Tetap Hijau?

Ia berharap strategi tersebut dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal sehingga menghasilkan pertumbuhan laba serta nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam menjalankan tinjauan strategis tersebut, Astra mengevaluasi setiap bisnis dari berbagai aspek, termasuk tantangan pasar, optimalisasi posisi strategis masing-masing bisnis dalam portofolio, potensi laba di masa depan, serta imbal hasil investasi.

Pada bisnis otomotif, Astra tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan baru, tetapi juga penjualan kendaraan bekas, suku cadang, dan layanan purna jual.

Sementara pada bisnis jasa keuangan, Astra akan fokus mengoptimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen pelanggan.

Adapun pada bisnis alat berat dan solusi pertambangan, perusahaan akan fokus memperkuat ekosistem rantai pasok pertambangan serta mengembangkan sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai jangka panjang.

Untuk portofolio bisnis di luar tiga sektor utama tersebut, Astra akan menjalankan strategi pengembangan yang lebih terarah dengan menekankan keselarasan strategis terhadap ekosistem dan kapabilitas perusahaan, serta membangun kemitraan strategis untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, Astra juga akan memperkuat disiplin alokasi modal melalui belanja modal untuk pemeliharaan, pembayaran dividen yang konsisten, investasi yang memberikan pertambahan nilai, serta pelaksanaan share buyback pada tingkat valuasi yang tepat.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bisnis Alat Berat Terancam Turun 20% di 2026, Ini Penyebabnya!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Allano Lima, Fabio Calonego, dan Maxwell Souza Luapkan Unek-Unek Akhir Musim, Kode Bertahan atau Cabut dari Persija?
• 7 jam lalubola.com
thumb
Komdigi Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos, Warga Kini Bisa Ajukan Sanggahan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
BTN Lelang 10.000 Unit Rumah Second, Harga 40 Persen di Bawah Pasar
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Juda Agung Wamenkeu: Pertumbuhan Nasional Bertumpu pada Aktivitas Ekonomi Daerah
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Perintangan Kasus CPO, Kini Ditahan Kejagung
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.