JAKARTA, DISWAY.ID -- Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji, Netty Prasetiyani Aher, meminta Pemerintah menambah tenaga dokter spesialis kejiwaan dan psikolog dalam penyelenggaraan haji.
Hal itu buntut kasus gangguan kognitif dan demensia pada jemaah haji lanjut usia 2026 meningkat.
Menurutnya, aspek kesehatan mental jemaah selama ini belum mendapat perhatian proporsional, padahal tekanan fisik, cuaca ekstrem, kepadatan manusia, dan perbedaan lingkungan dapat memicu gangguan psikologis pada jemaah lansia.
BACA JUGA:Per 2 Juni SPPG Bakal Kena Suspend Mayor Jika Tak Layani Minimal 300 Penerima Manfaat 3B
“Kasus demensia yang banyak menimpa jemaah harus mendapat perhatian dari Pemerintah dengan memastikan dokter spesialis kejiwaan dan psikolog dapat dipenuhi secara proporsional,” ujar Netty di Makkah, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas jemaah Indonesia merupakan kelompok usia lanjut dengan berbagai penyakit penyerta.
Kondisi tersebut membuat risiko gangguan mental dan disorientasi semakin tinggi, khususnya saat memasuki fase puncak ibadah haji.
Ia mengatakan pihaknya juga menerima berbagai masukan dari tenaga medis di lapangan terkait kebutuhan dokter spesialis lain, seperti ortopedi, dokter gigi, hingga spesialis mata untuk mempercepat penanganan jemaah tanpa harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.
“Kami mendapat masukan dari tenaga kesehatan dan tenaga medis agar kewenangan dokter spesialis ortopedi dapat diperluas agar kasus-kasus yang dapat ditangani di klinik tidak perlu dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” jelas Netty.
BACA JUGA:Tutorial Login SPMB Jabar 2026 untuk Siswa SMP dan SD, Simak Langkahnya
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan jiwa dan spesialisasi medis penting untuk mengurangi risiko keterlambatan penanganan pasien di tengah tingginya aktivitas ibadah dan kepadatan jemaah dunia di Tanah Suci.
Netty menilai pelayanan kesehatan haji ke depan tidak lagi cukup hanya berfokus pada penanganan fisik, tetapi juga harus mengantisipasi persoalan psikologis dan mental jemaah, terutama bagi kelompok rentan dan lansia.





