Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, rangkuman sejumlah informasi pilihan dan berbagai negara yang terjadi dalam 24 jam terakhir.
Informasi yang pertama dalam edisi Selasa, 26 Mei 2026 hadir dari Laos.
Tim penyelamat di Laos berpacu dengan waktuPenyelam penyelamat gua yang membantu membebaskan tim sepak bola yang terjebak di gua Thailand delapan tahun lalu tiba di Laos untuk mencoba membantu mengeluarkan tujuh orang yang terjebak di gua yang terendam banjir.
Menurut laporan media pemerintah, tujuh warga desa Laos memasuki gua di provinsi Xaysomboun, lima hari yang lalu.
Mereka diyakini sedang mencari emas tetapi terjebak di dalam gua setelah hujan lebat memicu banjir bandang.
Video yang dirilis organisasi sukarelawan menunjukkan para penyelamat di dalam gua merangkak melalui celah-celah sempit dan berlumpur menggunakan tali dan obor.
"Kami masih belum tahu apakah ada tanda-tanda kehidupan atau apakah mereka masih hidup," kata Bounkham Luanglat, presiden asosiasi relawan penyelamat Laos, kepada AFP.
Puluhan orang terdampak semprotan zat di TokyoLebih dari 20 orang terluka di kompleks perbelanjaan mewah di pusat Tokyo setelah seorang pria menyemprotkan suatu zat, kata pejabat kepolisian dan pemadam kebakaran.
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo mengatakan warga mengeluh tiba-tiba mengalami sakit tenggorokan dan merasa tidak enak badan di dekat kompleks perbelanjaan Ginza Six.
Lebih dari 20 orang dibawa ke rumah sakit, dan kalan di depan pusat perbelanjaan, yang terletak di distrik perbelanjaan Ginza ditutup setelah kejadian tersebut.
Gejala mereka diyakini ringan, menurut petugas.
Pejabat pemadam kebakaran dan kepolisian mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.
WHO: Wabah Ebola menjangkit lebih cepat dari respon kesehatanKepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan wabah Ebola yang menyebar di Republik Demokratik Kongo dan Uganda bergerak lebih cepat dari upaya respon, seiring dengan laporan jumlah kematian yang diduga mencapai 220 orang.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keterlambatan dalam mendeteksi kasus Ebola menyebabkan proses penanggulangannya kini "berusaha mengejar ketertinggalan" dan epidemi kemungkinan akan memburuk sebelum membaik.
Dr Tedros mengatakan ia akan pergi ke Republik Demokratik Kongo (DRC) yang menjadi pusat wabah hari ini (26/05) bersama pejabat senior WHO penanggung jawab darurat kesehatan, Chikwe Ihekweazu.
Senin (25/05) kemarin, negara tetangga Uganda melaporkan dua kasus Ebola tambahan, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi tujuh.
Dr Tedros mengatakan negara-negara lain yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo berisiko tinggi.
China luncurkan Shenzhou-23 ke luar angkasaChina telah meluncurkan tiga astronot ke luar angkasa sebagai bagian dari upaya menuju tujuannya untuk mendaratkan awak di Bulan pada tahun 2030.
Pesawat Shenzhou-23 menggunakan roket pembawa Long March-2F Y23 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China.
Spesialis muatan Lai Ka-ying, mantan inspektur polisi Hong Kong yang memiliki gelar doktor di bidang forensik komputer, adalah astronot pertama dari kota tersebut yang ikut serta dalam misi luar angkasa China.
Anggota kru lainnya adalah komandan Zhu Yangzhu dan pilot Zhang Zhiyuan, keduanya dari divisi astronot Tentara Pembebasan Rakyat.
(ita/ita)




