APT Harap Polemik Paskibraka Tidak Memicu Perpecahan Sosial

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Polemik terkait proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir terus menjadi perhatian publik.

Berbagai tanggapan dan opini bermunculan di ruang digital, termasuk di media sosial, hingga memunculkan kekhawatiran adanya penggiringan isu ke arah sentimen etnis dan diskriminasi.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Sulawesi Selatan yang juga Dewan Penasehat PSMTI Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, mengajak seluruh pihak untuk menyikapi persoalan ini secara bijak, tenang, dan penuh kedewasaan agar suasana tetap kondusif di tengah masyarakat.

Menurut Andre, proses klarifikasi dan evaluasi terkait polemik yang berkembang sebaiknya diserahkan kepada pihak berwenang agar fakta-fakta yang ada dapat dibuka secara objektif dan transparan tanpa dipengaruhi tekanan opini publik.

“Jangan sampai persoalan ini digiring ke isu etnis atau sentimen tertentu. Kita semua harus menahan diri dan menyikapinya dengan kepala dingin. Yang terpenting adalah mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan perpecahan,” ujar Andre.

Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, persaudaraan, dan toleransi antarmasyarakat.

Karena itu, ia berharap ruang publik tidak dipenuhi narasi provokatif yang justru dapat memperkeruh suasana dan melukai banyak pihak, terutama generasi muda yang sedang menjalani proses pembinaan karakter melalui Paskibraka.

Politisi NasDem yang akrab disapa APT ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Menurutnya, menjaga suasana tetap sejuk dan kondusif jauh lebih penting agar polemik yang berkembang tidak meluas menjadi konflik sosial.

Sebagai anggota legislatif, Andre menegaskan dirinya akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut agar setiap proses penyelesaian dapat berjalan secara objektif, adil, dan transparan.

“Kami di DPRD tentu mengikuti perkembangan yang terjadi. Persoalan ini perlu dicermati secara hati-hati agar semua fakta bisa terbuka dengan jelas dan tidak berkembang menjadi polemik yang merugikan banyak pihak,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial.

“Semua pihak harus bijak. Jangan karena perbedaan pendapat lalu muncul saling tuding atau stigma yang mengarah pada kelompok tertentu. Kita ingin anak-anak muda tetap terlindungi secara mental dan mendapatkan ruang pembinaan yang sehat,” lanjut Andre.

Andre berharap polemik ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama demi memperkuat transparansi, komunikasi, dan kepercayaan publik terhadap proses seleksi Paskibraka di masa mendatang.

“Yang paling penting adalah memastikan semua pihak mendapat ruang yang adil dan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemotor Terobos Gerbang Tol Padalarang, Ditemukan Tergeletak di KM 123
• 34 menit lalukumparan.com
thumb
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Batalion Tempur Urus Begal di Jakarta
• 24 menit lalujpnn.com
thumb
Qatar Bantah Tawarkan Rp212 Triliun kepada Iran demi Kesepakatan dengan AS
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kunker ke Prancis, Presiden Prabowo Tidak Salat Iduladha di Istiqlal Tahun Ini
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Siswa SMP di Bandar Lampung Ditikam Teman Sekelasnya
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.