Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan dampak dari efisiensi anggaran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan efisiensi itu berpengaruh pada periode distribusi MBG kepada penerima manfaat yang semula enam hari menjadi lima hari.
“Penerima manfaat tetap, hanya kami mengubah pola yang semula asalnya pelayanan 6 hari. Hari Sabtu itu tidak masuk juga tetap diberi, sekarang karena efisiensi anggaran kami mengubah menjadi 5 hari,” ujar Sony di Bareskrim, dikutip Selasa (26/5/2026).
Dia menekankan, konsep pendistribusian program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu kini hanya diberikan kepada siswa dan siswi yang masuk sekolah. Artinya, jika siswa dan siswi libur maka tidak akan lagi menerima MBG.
“Dan konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Gitu aja. Ada di sekolahnya 5 hari kan, umumnya ya 5 hari. Biasanya, misalkan hari di tengah-tengah minggu misalkan hari Rabu atau hari Kamis libur, ya hari Rabu dan Kamis tidak diberikan MBG,” pungkasnya.
Dalam catatan Bisnis, realisasi kumulatif sajian makanan yang telah didistribusikan sejak 6 Januari 2025 sukses menembus angka fantastis 8,3 miliar porsi.
Baca Juga
- BGN Masih Setop Sementara 1.152 Dapur MBG, Ini Alasannya
- Wakil Kepala BGN Beberkan Modus Penipuan Bangun Dapur MBG
Hingga pertengahan Mei tahun ini, volume distribusi harian telah menyentuh 62.454.064 sajian. Pasokan makanan bergizi tersebut dialokasikan secara merata untuk memenuhi kebutuhan siswa di 374.175 sekolah penerima manfaat di seluruh Nusantara.
Adapun, akselerasi pemenuhan target program ini ditopang kuat oleh kesiapan infrastruktur logistik dan rantai pasok lokal yang semakin solid di berbagai wilayah Indonesia.





