Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Senin (25/5). Akan tetapi, investor asing justru mencatatkan jual bersih atau net sell jumbo Rp 2,22 triliun selama perdagangan kemarin.
Angka net sell ini menjadi yang tertinggi ketiga selama tiga bulan terakhir. Pola yang sama juga terjadi pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (22/5). Kala itu, investor asing mencatatkan net sell Rp 309,5 miliar, namun indeks juga parkir di zona hijau.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0,72% atau 44,30 poin ke Rp 6.206
Investment Spesialis Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim menjelaskan, positifnya pergerakan IHSG kemarin ditopang naiknya saham-saham perbankan jumbo. Tak hanya itu, performa emiten keuangan tersebut juga dinilai cukup solid pada kuartal pertama 2026.
Meski secara keseluruhan dana asing keluar sebesar Rp 2,22 triliun, namun bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan beli bersih Rp 147,1 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dibeli Rp 82,2 miliar.
“Kita akan melihat kembali apakah kenaikan ini sustain mengingat pekan yang pendek membuat pergerakan cenderung sempit dan likuiditas mengecil,” kata Ahmad kepada Katadata, Selasa (26/5).
Jika melihat perdagangan kemarin, pergerakan saham-saham bank jumbo memang menggeliat. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 3,39% ke Rp 6.100, PT Bank Rakyat Indonesia naik 3,93% ke Rp 3.170, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terangkat 2,43% ke Rp 3.890, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,91% ke Rp 3.890.
Dia memprediksi IHSG akan bergerak pada rentang Ro 5.900-6.200 pada pekan ini.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, naiknya IHSG kemarin lantaran investor merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan perdamaian dengan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagian besar telah selesai dinegosiasikan dan akan segera diumumkan.
Apabila terealisasi, langkah ini berpotensi mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengganggu pasar energi global dan mendorong kenaikan inflasi di AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Daftar 10 Saham yang Dijual Asing Kemarin:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 226,2 miliar.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 197,6 miliar.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 160,7 miliar.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp 157,8 miliar.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 121,1 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 111,7 miliar.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 86,6 miliar.
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 76,5 miliar.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) : Rp 64,9 miliar.
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp 59,9 miliar.




