JAKARTA, KOMPAS.com - Para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang seharusnya sudah memiliki modal untuk siap masuk industri, justru banyak mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan.
Banyak dari mereka yang sampai saat ini masih harus menganggur di rumah selama berbulan-bulan, bahkan tahunan.
Puluhan hingga ratusan lamaran pun sudah disebar ke berbagai perusahaan baik secara offline dan online.
Baca juga: Ironi Lulusan SMK: Dirancang Siap Kerja, tetapi Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi
Namun sayangnya, banyak dari lulusan SMK yang belum mampu memenuhi persyaratan yang diharapkan perusahaan.
Salah satu lulusan SMK bernama Irvan (18) mengaku, dari puluhan lamaran yang sudah dikirim, belum juga mendapat panggilan interview.
Ia menduga, penyebab tak diliriknya lamaran itu oleh HRD, karena pengalamannya di dunia kerja masih kurang.
Mengambil jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Irvan mengaku mendapat pelatihan kemampuan ketika sekolah.
Misalnya, seperti maintenance kendaraan, perawatan, perbaikan sistem AC dan bagian-bagian dari kendaraan.
Selain itu, ia juga sudah menjalani magang selama enam bulan untuk mendapatkan pengalaman kerja.
Tapi Irvan merasa pengalaman yang didapatkan dari sekolah masih kurang banyak, sehingga kemampuannya belum bisa memenuhi standar industri.
"Menurut saya sih masih kurang, soalnya butuh pengalaman-pengalaman lebih," kata dia ketika diwawancarai Kompas.com di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/5/2026).
Lulusan SMK lain bernama Nouval (21) juga masih harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Terjun di jurusan perhotelan dan kerap mengukiti berbagai praktik seperti housekeeping, front office, food and beverage (F&B), juga tak mujarab membuatnya mudah mendapat pekerjaan.
Ia mengaku, sudah menyertakan sertifikat pelatihan tersebut untuk melamar kerja, hanya saja pihak HRD cenderung lebih senang memilih orang yang sudah berpengalaman di dunia kerja langsung, bukan hanya dari pelatihan.
"Susah banget apalagi kalau pengalaman kita sedikit pasti susah banget buat ngelamar," ungkap dia ketika ditemui di kawasan Jakarta Sekatan, Senin (25/5/2026).
Ia menilai, praktik-praktik selama di sekolah kerap kali tak begitu efektif dalam menambah kemampuan dan sekedar formalitas untuk mendapatkan sertifikat.
Baca juga: Orang Pendek juga Butuh Kerja, Ketika Syarat Fisik Jadi Nestapa Pencari Kerja Lulusan SMK...
Melamar sesuai jurusan, tapi sulit dapatLulusan SMK lain bernama Friska (18) juga mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal ia sudah mencoba melamar pekerjaan baik yang sesuai jurusan atau tidak.
Lulus dari jurusan perhotelan, membuat Friska memiliki banyak sertifikat seperti di bidang F&B, housekeeping, dan lainnya.
Tapi sayangnya, sertifikat itu juga tak kunjung dilirik oleh perusahaan dan pengalamannya tetap dianggap kurang.





