Liputan6.com, Jakarta - Warga Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Irfani tega membunuh ibu kandungnya yang sudah lansia, 64 tahun. Polisi mengungkap motif pria berusia 36 tahun itu menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai warisan rumah.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengungkapkan, awalnya memang pelaku berpura-pura histeris dan meminta tolong ke Ketua RT di rumahnya. Namun, saat olah TKP dan penyelidikan awal, didapati anak kandung korbanlah yang tega membunuh ibu kandungnya.
Advertisement
"Pelaku diduga dengan sengaja melakukan penganiayaan berat terhadap korban yang merupakan ibu kandungnya sendiri dengan tujuan untuk menguasai harta warisan berupa rumah yang ditempati korban dan pelaku," ujar Kapolsek.
Menurut polisi, niat tersebut bahkan sempat diutarakan pelaku kepada temannya bernama Iwan sekitar sepekan sebelum kejadian. Meski saat itu tidak dianggap serius, pelaku diduga benar-benar melaksanakan niatnya.
Polisi menjelaskan, setelah melakukan penganiayaan terhadap ibunya yang sedang tertidur hingga kritis, pelaku keluar rumah dan mendatangi temannya bernama Hendra yang saat itu sedang bermain kartu bersama Fikri. Kepada kedua temannya, pelaku mengaku ibunya dalam kondisi kritis.
“Selanjutnya pelaku mendatangi rumah Ketua RT setempat untuk meminta pertolongan. Saat menuju rumah Ketua RT, pelaku sempat melewati area Masjid At Tauhid yang ketika itu sedang berlangsung kegiatan pengajian warga,” kata Galuh.




