Dolar AS Tembus 17.800 per US$, Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak ke PHK?

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah menembus 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5). Tekanan pada rupiah dinilai mulai memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di perusahaan yang bergantung pada impor bahan baku dan komponen produksi.

“Banyak perusahaan yang bergantung pada impor mengalami tekanan luar biasa akibat kenaikan biaya. Dampaknya mulai terasa ke tenaga kerja,” kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi Selasa (26/5). 

Nilai tukar rupiah sendiri sempat menembus level Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5). Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 2 poin di level Rp 17.746 per dolar AS dan terus tertekan hingga menyentuh Rp 17.803 per dolar AS pada pukul 09.34 WIB. Pada perdagangan siang hari, rupiah bertahan di kisaran Rp 17.794 per dolar AS. 

Ibrahim mengatakan, tekanan terhadap rupiah saat ini semakin berat akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik yang terus memburuk. Sepanjang tahun ini, rupiah telah melemah hampir 7%. 

Sementara itu, Ibrahim mencatat, jumlah PHK massal sejak Januari hingga Mei 2026 tercatat mencapai 15.425 pekerja. Angka ini berpotensi terus meningkat jika tekanan terhadap rupiah tidak mereda.

 

 

Ibahim bahkan memproyeksikan nilai tukar rupiah akan mengalami pelemahan tajam dan berpotensi menyentuh level 18.000 per dolar AS  pada perdagangan besok.  

“Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan, cukup signifikan dan mengkhawatirkan. Apalagi besok libur nasional, sehingga Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi maksimal di pasar domestik,” ujar Ibrahim.

Analis Doo Financial Lukman Leong juga menilai, pelemahan rupiah akan berdampak pada ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

“Impor akan melambat, permintaan melemah, inflasi, penurunan daya beli, perlemahan ekonomi, namun dampak-dampak itu akan bertahap,” kata Lukman.

Mengapa Rupiah Terus Melemah? 

Ibrahim menjelaskan, faktor utama pelemahan rupiah disebabkan karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar sebelumnya menunggu kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan dan Oman. Namun, situasi berubah setelah muncul laporan serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran Selatan.

Ia menilai, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah membuat ketidakpastian pasar global semakin tinggi. Selain itu, tuntutan Amerika Serikat agar uranium Iran berada di bawah kendali AS dinilai sulit diterima Teheran dan berpotensi memperpanjang konflik.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kemungkinan besar akan kembali memanas. Ini membuat dolar AS kembali menguat,” katanya.

Tak hanya Timur Tengah, perang di Eropa Timur juga disebut masih menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan global. Ibrahim menyoroti serangan Rusia ke Ukraina yang dinilai semakin intensif.

Di sisi lain, konflik Israel dan Lebanon Selatan juga memperburuk kekhawatiran investor global. Menurutnya, situasi tersebut memicu penguatan dolar AS sebagai aset safe haven dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ibrahim juga mencatat, lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga WTI crude oil disebut telah menyentuh level US$ 92 per barel dan diperkirakan masih akan menguat. 

“Kenaikan harga minyak mentah berdampak langsung terhadap impor minyak Indonesia. Kebutuhan dolar AS menjadi semakin tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, asumsi APBN yang menetapkan harga minyak di level US$ 70 per barel dan kurs rupiah Rp 16.500 dinilai semakin jauh dari realitas pasar saat ini.

Tekanan terhadap rupiah juga tercermin dari melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia. Pada kuartal I 2026, defisit tercatat mencapai US$ 4,01 miliar, naik tajam dibanding kuartal sebelumnya yang hanya sebesar US$ 0,15 miliar.

Selain itu, surplus perdagangan Indonesia juga mengalami penurunan dari US$ 13,07 miliar menjadi US$ 7,98 miliar pada periode yang sama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karyawan Minimarket di Jombang Demo Tolak Penghapusan Upah Lembur Hari Libur Nasional
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
TAUD dan Polda Metro Sampaikan Kesimpulan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
• 4 jam laludetik.com
thumb
Dua Calon Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Puncak Ibadah Haji
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Viral Chat Tak Senonoh Anak SD, Kapan Waktu yang Tepat Anak Punya HP Sendiri?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Akan Salat Iduladha 1447 H di Prancis
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.