Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang waktu Maghrib, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka puasa ketika azan berkumandang. Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah doa berbuka puasa yang dapat diamalkan setelah membatalkan puasa.
Selain puasa Ramadan, umat Islam juga mengenal puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar, salah satunya Puasa Arafah. Puasa yang dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah ini menjadi amalan istimewa menjelang Hari Raya Iduladha karena memiliki pahala dan keutamaan luar biasa.
Jadwal Salat Jakarta Hari Ini, 26 Mei 2026Berikut jadwal salat untuk wilayah Semarang hari ini:
- Subuh: 04.36 WIB
- Dzuhur: 11.53 WIB
- Ashar: 16.14 WIB
- Maghrib / Buka Puasa: 17.47 WIB
- Isya: 19.00 WIB
Umat Islam dapat menjadikan waktu Maghrib tersebut sebagai penanda berbuka puasa. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika azan Maghrib telah berkumandang.
Doa Berbuka PuasaDalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, terdapat doa berbuka puasa sebagai berikut:
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Baca Juga
- Niat dan Bacaan Doa di Sela Takbir Salat Iduladha
- Niat dan Cara Melakukan Salat Iduladha Sendiri di Rumah
- Bolehkah Salat Iduladha Sendiri di Rumah?
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Selain itu, dalam Kitab Fathul Mu'in dijelaskan bahwa dianjurkan membaca doa setelah berbuka sebagaimana diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah. Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Umar, terdapat tambahan doa ketika berbuka dengan air:
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Artinya: "Disunnahkan membaca doa setelah berbuka: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu. Dan bagi yang berbuka dengan air, ditambahkan: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."
Selain itu, Anda juga bisa membaca doa buka puasa yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW (HR. Abu Daud) berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba azh-zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. [1]
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah."
Keutamaan Puasa ArafahPuasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Iduladha. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Dilansir dari NU Online, berikut beberapa keutamaan Puasa Arafah:
1. Menghapus Dosa Dua TahunPuasa Arafah diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim.
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui Puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil. Penjelasan ini diterangkan Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 halaman 113.
2. Hari Pembebasan dari Siksa NerakaKeutamaan lain dari Puasa Arafah adalah menjadi hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka.
Artinya: "Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Karena memiliki keutamaan besar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada hari Arafah, mulai dari puasa, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga memperbanyak doa dan sedekah.
Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, serta menjadi hari pembebasan dari siksa neraka.
Waktu berbuka puasa di Semarang pada 24 Februari 2026 adalah pukul 17.47 WIB.
Doa yang dianjurkan saat berbuka puasa adalah "Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah," yang artinya "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka puasa ketika azan Maghrib berkumandang sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Puasa Arafah tidak dianjurkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji, namun sangat dianjurkan bagi umat Islam lainnya.





