JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau panitia kurban tidak memakai kantong plastik sekali pakai saat membagikan daging kurban pada Idul Adha 1446 Hijriah.
Sebagai gantinya, masyarakat diminta menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau daun jati.
“Masyarakat dianjurkan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, maupun wadah guna ulang lainnya,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Sapi Kurban Gibran Tiba di Masjid Istiqlal, Jenis Limosin Berbobot 1,2 Ton
Menurut Dudi, imbauan itu merupakan bagian dari gerakan EcoQurban yang digaungkan Pemprov DKI Jakarta tahun ini.
Dengan EcoQurban pelaksanaan kurban lebih bersih dan ramah lingkungan, mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kepada warga.
"Melalui penerapan EcoQurban ini, kami berharap pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya membawa manfaat sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengurangi timbulan sampah di Jakarta," lanjut dia.
Baca juga: Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban ke 38 Provinsi, Bobotnya Ada yang 1,3 Ton
DLH memperkirakan sekitar 77.436 hewan kurban akan disembelih di Jakarta tahun ini. Jumlah itu dinilai bisa menghasilkan banyak limbah, seperti darah hewan, sisa organ, hingga sampah dari proses penyembelihan.
Dudi mengatakan, setiap hewan kurban juga membutuhkan banyak air untuk proses pembersihan, yakni sekitar 500 sampai 1.000 liter air per ekor.
Karena itu, DLH meminta pengelolaan limbah kurban dilakukan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan penumpukan sampah selama Idul Adha.
Baca juga: Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta, Terbuka untuk Umum
“EcoQurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban,” ujarnya.
DLH juga meminta masyarakat tidak membuang darah dan air bekas pencucian hewan kurban sembarangan.
Darah hewan disarankan ditampung di wadah tertutup, lalu diberi disinfektan seperti kapur atau klorin agar aman bagi lingkungan.
Baca juga: Jaksa Agung Serahkan 57 Sapi Kurban untuk Idul Adha
“Air bekas pencucian juga perlu dipastikan tidak lagi mengandung darah agar tidak mencemari saluran air dan masih dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman,” tuturnya.
Sementara itu, sisa organ dan bagian tubuh hewan yang tidak digunakan diminta ditangani dengan benar.
Jika ada lahan, limbah organik bisa ditimbun di tanah dan diberi disinfektan.
DLH juga mengimbau masyarakat mengurangi sampah makanan selama Idul Adha dengan memasak secukupnya agar makanan tidak terbuang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




