HARIAN FAJAR, SURABAYA – Geliat bursa transfer Super League 2026/2027 langsung memanas. Persebaya Surabaya dikabarkan telah deal dengan bomber Dewa United, Alex Martins, Selasa (26/5/2026). Langkah cepat ini diambil manajemen Green Force tepat sebelum kontrak sang predator habis pada 31 Mei 2026. Musim depan Bajol Ijo diprediksi makin mengerikan.
Kehadiran bomber berusia 32 tahun ini bukan sekadar transfer biasa, melainkan sinyal tegas dimulainya era baru komando Bernardo Tavares di Persebaya. Dengan nilai pasar yang menembus Rp5,65 miliar, angka tersebut dinilai sangat sebanding dengan konsistensi dan produktivitas gila sang pemain selama tiga musim terakhir merumput di kompetisi sepak bola Indonesia.
Kedatangan Alex Martins sekaligus menjadi jawaban tuntas atas rapuhnya efektivitas penyelesaian akhir Persebaya saat bersua tim-tim papan atas musim lalu. Di bawah kendali Bernardo Tavares, Green Force diproyeksikan bertransformasi menjadi tim yang tampil lebih agresif dengan transisi menyerang yang kilat.
Berbekal postur tinggi menjulang 1,87 meter serta karakter yang sangat agresif di dalam kotak penalti, Alex Martins adalah sosok target man murni yang selama ini dicari Tavares. Pemain asal Brasil ini dibekali kemampuan duel udara yang tangguh, finishing klinis, serta mobilitas tinggi untuk mengacak-acak lini pertahanan lawan.
Dengan bergabungnya Alex Martins, musim depan di lini serang Persebaya akan ditakut-takuti rival-rivalnya. Apalagi masih ada Gali Fretitas, Francisco Rivera, dan Bruno Moreira.
Statistik Mengerikan dan Rekam Jejak InternasionalJulukan sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Asia Tenggara bukanlah isapan jempol belaka. Sepanjang karier profesionalnya, Alex Martins telah membukukan catatan impresif berupa 106 gol dan 17 assist dari total 205 pertandingan.
Ketajaman tertingginya justru meledak saat berseragam Dewa United sejak 2023. Dari 92 laga yang dilakoni dengan total 7.908 menit bermain, ia sukses menyumbang 67 gol dan 13 assist. Jauh sebelum itu, ia juga sempat menggempar publik saat membela Bhayangkara FC dengan torehan 11 gol hanya dari 13 penampilan saja.
Kemayangan Alex juga ditempa oleh pengalaman interasional yang sangat matang di kancah sepak bola Asia. Tercatat, ia pernah mencicipi atmosfer kompetisi di Jepang bersama Fukushima United, Tochigi SC, Kagoshima United, hingga Shonan Bellmare. Ketangguhannya kian teruji setelah sempat berkarier di Korea Selatan bersama Jeonnam Dragons dan di Tiongkok bersama SH Shenxin.
Striker Ganas dengan Mentalitas Rendah HatiMeski berstatus sebagai salah satu striker tersubur di tanah air, Alex Martins dikenal sebagai sosok pekerja keras yang sangat mengedepankan kerja sama tim di atas lapangan. Mentalitas inilah yang diprediksi membuatnya akan sangat mudah menyatu dengan ruang ganti skuad Bajol Ijo.
Saat masih membela Dewa United, Alex sempat menegaskan filosofi bermainnya yang tidak egois:
“Sesuatu yang tidak saya khawatirkan, jika itu (gol) terjadi, maka itu akan terjadi secara alami. Jadi saya tidak hanya mencari cara untuk memenuhi target tersebut, melainkan lebih fokus untuk membantu rekan satu tim saya di lapangan,” ungkap Alex Martins.
Pernyataan tersebut membuktikan bahwa sang penyerang lebih mengutamakan kontribusi kolektif demi kemenangan tim, karakter yang sangat disukai oleh Bernardo Tavares yang dikenal menyukai striker aktif menekan dan membantu proses build-up.
Ambisi Menuju JuaraLangkah manajemen Persebaya mengamankan tanda tangan Alex Martins menjadi bukti sahih bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi penggembira di papan tengah pada musim 2026/2027. Proyek besar Bernardo Tavares ini dipersiapkan matang untuk membawa Persebaya kembali menjadi penantang gelar juara yang disegani.
Meski telah menginjak usia 32 tahun, kondisi fisik dan stabilitas performa Alex Martins sama sekali belum menunjukkan penurunan. Ekspektasi publik Surabaya kini langsung melonjak tinggi, membayangkan lini depan Green Force menjelma jadi mesin gol yang menakutkan di Super League musim depan. Ditambah dengan dukungan Bonek yang selalu membakar semangat di stadion, kolaborasi Tavares dan Alex Martins berpotensi besar membawa trofi juara kembali ke Surabaya.





