JEMBER, iNews.id - Seorang remaja mengaku menjadi korban begal di jalan sepi wilayah perbatasan Desa Ajung dan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kejadian ini viral di media sosial dan sempat resah warga hingga diketahui hanya hoaks belaka.
Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, peristiwa pembegalan tersebut ternyata hanya rekayasa. Remaja bernama Ahmad Fauzi itu akhirnya diamankan polisi setelah diketahui menyebarkan berita bohong terkait aksi begal.
Dalam video yang beredar, Fauzi mengaku menjadi korban pembegalan saat melintas di jalanan sepi di Kecamatan Jenggawah, Jember. Pengakuan tersebut membuat warga ketakutan, terutama saat melintas di lokasi yang disebutkan.
Polisi dari Polsek Jenggawah dan Polsek Ajung kemudian bergerak melakukan penyelidikan terkait kabar pembegalan yang viral tersebut.
Setelah menjalani pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa cerita pembegalan itu hanyalah skenario yang dibuat sendiri oleh pelaku.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR Dorong Transaksi Batu Bara Gunakan RupiahBahkan untuk meyakinkan warga, Fauzi nekat menggunakan pisau dapur untuk merobek jaket yang dipakainya dan menyayat helm agar terlihat seperti korban kekerasan.
Dari hasil pemeriksaan, aksi itu dilakukan lantaran pelaku meminta uang kepada orang tuanya namun tidak diberi. Karena keinginannya tidak terpenuhi, Fauzi kemudian membuat drama seolah-olah uang di dalam tasnya telah dirampas oleh pelaku begal.
“Saya minta maaf atas kejadian yang viral sekarang yaitu kejadian dibegal di jalan itu tidak benar adanya. Itu hanya skenario saya,” ujarnya saat berada di kantor polisi, Selasa (26/5/2026).
Akibat video hoaks tersebut, masyarakat sempat dibuat panik dan khawatir melintas di jalur sepi wilayah Ajung dan Jenggawah.
Polisi berencana mengembalikan Ahmad Fauzi kepada orang tuanya untuk mendapatkan pembinaan agar tidak kembali membuat berita sensasional yang meresahkan masyarakat.
#jatim




