JAKARTA, KOMPAS.TV - Plt Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan menyebut Indonesia kini berada dalam kondisi darurat narkoba.
Menurut Roy, Indonesia menjadi pasar besar peredaran narkoba karena tingginya jumlah penyalahguna.
BNN juga mengungkap telah menangkap 31 tersangka dari 11 provinsi dengan estimasi nilai perputaran uang mencapai Rp211 miliar.
Roy menjelaskan, tantangan pemberantasan narkoba salah satunya berasal dari letak geografis Indonesia yang memiliki banyak jalur ilegal.
Untuk menekan peredaran narkoba, BNN kini fokus melakukan operasi di sejumlah wilayah rawan.
Dalam operasi tersebut, BNN mengungkap sejumlah kasus besar, termasuk penyitaan sabu dan cartridge etomidate.
BNN menyebut mayoritas narkoba diselundupkan dari luar negeri, terutama kawasan Golden Triangle.
“Kalau bicara Golden Triangle ya. Golden Triangle adalah antara lain misalkan Thailand, misalkan kemudian Myanmar,” ujar Roy.
Selain itu, etomidate disebut banyak masuk dari China melalui negara transit di Asia Tenggara.
BNN juga mengungkap tren baru penyelundupan narkoba menggunakan cartridge vape berisi etomidate.
Menurutnya, cartridge tersebut digunakan bersama perangkat vape elektronik.
BNN memastikan pengungkapan narkoba dengan nilai Rp211 miliar tersebut hanya berasal dari operasi dalam satu bulan terakhir.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0Srmt9VD3bY
#jakarta #narkobaberbahaya #jaringan
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- bnn
- narkoba
- indonesia
- bandar
- mafia





