M Riza Damanik Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM menegaskan pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat guna mencetak generasi pengusaha baru menuju Indonesia Emas 2045.
Dia menyebut arahan Presiden agar generasi muda tidak semuanya bercita-cita menjadi ASN sangat relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Bapak Presiden menyampaikan agar anak-anak muda Indonesia tidak semuanya menjadi ASN. Mulailah sebagian di antaranya berwirausaha, mengambil inisiatif untuk bisa bersaing di dunia usaha dan menjadi pengusaha-pengusaha baru,” ujar Riza dalam diskusi membahas UMKM di gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki target menjadi negara maju pada 2045 dengan pendapatan per kapita yang meningkat hingga lima kali lipat dibanding saat ini.
Untuk mencapai target tersebut, kata Riza, produktivitas ekonomi nasional juga harus meningkat secara signifikan.
“Kalau kita ingin produktivitas meningkat lima kali lipat, maka cara kerja dan model produksinya juga harus berubah. Tidak mungkin produktivitas meningkat kalau cara kerjanya masih sama,” katanya.
Riza menjelaskan, Kementerian UMKM saat ini tengah melakukan perubahan paradigma dalam pengembangan UMKM, yakni dari pendekatan programatik menuju pendekatan ekosistem usaha.
“Selama ini pendekatannya programatik. UMKM butuh pembiayaan, lalu hanya diberi pembiayaan. Padahal kalau tidak diberi akses pasar, persoalannya tidak selesai. Begitu juga pelatihan tanpa modal dan pasar hanya akan jadi imajinatif,” ungkapnya.
Ia menegaskan, wirausaha baru tidak bisa lahir secara instan, melainkan harus dibentuk melalui ekosistem usaha yang sehat dan terintegrasi.
“Wirausaha unggulan itu tidak bisa ujug-ujug datang. Mereka harus dibentuk, disiapkan mentalitasnya, daya inovasinya, dan daya jangkaunya. Karena itu mereka membutuhkan ekosistem yang lengkap,” tutur Riza.
Kementerian UMKM, lanjutnya, kini fokus membangun lima pilar utama ekosistem usaha UMKM, yakni legalisasi dan perlindungan usaha, pendampingan dan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, akses pasar dan digitalisasi, serta kemitraan dan rantai pasok.
“Nah, lima hal ini adalah ekosistem usaha agar UMKM kita bisa tumbuh dan berkembang. Mereka tidak hanya membutuhkan pembiayaan, tetapi juga legalisasi, pendampingan, pemasaran, hingga kemitraan usaha,” katanya.
Riza optimistis langkah transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif pada 2025. (faz/ham)




