Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memastikan pengawasan dokter hewan kurban dan pengiriman hewan ke berbagai daerah terus diperketat menjelang Iduladha untuk menjaga kualitas hewan.
Hal itu disampaikan Khofifah waktu meninjau sentra peternakan sapi hewan kurban milik Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Pada kesempatan itu Khofifah meninjau langsung sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang dikenal memiliki kualitas daging baik serta bobot optimal untuk hewan kurban.
“Kita terus berkomitmen memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pengawasan kesehatan hewan serta tata kelola distribusi harus terus diperkuat,” ujar Khofifah, Selasa (26/5/2026).
Khofifah menegaskan bahwa skema pengawasan perlu diperkuat karena lalu lintas ternak menjelang Iduladha meningkat signifikan antar kecamatan sampai ke luar daerah.
Berbagai upaya pengendalian penyakit hewan terus dilakukan oleh Pemprov Jatim melalui program vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengawasan kesehatan ternak oleh dokter hewan berwenang.
“Dengan adanya vaksin gratis, PMK pada hewan kurban sangat berkurang, permintaan hewan kurban bahkan hingga Jabodetabek, Kalimantan, maka harus tetap ada pengawasan dari dokter hewan,” katanya.
Selain itu, setiap hewan kurban yang dikirim antar daerah wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bentuk pengawasan dan jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Kita kontrol, kita awasi melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari ternak yang akan dilalulintaskan melalui dokter hewan yang berwenang. Besok akan segera pengiriman ke masjid, Insyaallah berjalan dengan lancar,” terangnya melanjutkan.
Tak hanya memastikan kesehatan ternak, Khofifah juga mendorong para peternak agar terus meningkatkan kualitas produksi dan memanfaatkan momentum Iduladha sebagai peluang meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan.
“Kita ingin peternak tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga naik kelas, memiliki daya tawar, dan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar,” tandasnya. (wld/saf/ipg)




