Bisnis.com, MAKKAH — Jemaah haji Indonesia melakukan salat dzuhur di dalam tenda pada Selasa (26/5/2026) atau 9 Zulhijah 1447 H, menjelang wukuf di Arafah.
Berdasarkan pantauan Bisnis, para jemaah dan petugas haji melaksanakan salat di dalam tenda karena cuaca panas di luar. Jemaah mengatur tempat tidur dan mengosongkan bagian tengah tenda untuk menjadi tempat salat berjamaah.
Para jemaah menggunakan toilet dan tempat wudhu yang berada di dekat tenda. Mereka mulai memadati toilet sejak 1,5 jam sebelum waktu salat, agar setelahnya bisa fokus berdo’a, mengaji, dan berdzikir sembari menunggu adzan.
Menjelang wukuf, jemaah menggabungkan salat dzuhur dan ashar (jama’), sehingga saat wukuf bisa terus berdo’a hingga waktu maghrib.
Jemaah melakukan salat tersebut, lalu mendengarkan khutbah Arafah. Berdasarkan jadwal dari Kementerian Haji dan Umrah, dijadwalkan khotbah oleh Anggota Amirulhaj 2026, yaitu K.H. Asep Saifuddin Chalim.
Adapun, cuaca Makkah hari ini, Selasa (26/5/2026) diperkirakan mencapai 41 derajat celcius. Cuaca di Arafah hari ini pun berkisar 41 derajat Celsius.
Baca Juga
- Khotbah Kemenhaj saat Wukuf di Padang Arafah: Tri Sukses Haji Mabrur
- Kemenhaj Imbau Jemaah Jaga Kesehatan dan Taati Aturan Selama Puncak Haji
- Puncak Haji Mulai Bergerak ke Arafah
Imbauan bagi Jemaah Haji Indonesia
Kemenhaj mengimbau jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas. Jemaah haji dapat tetap berada di dalam tenda agar tidak terlalu terpapar cuaca panas, kecuali jika ada keperluan mendesak untuk ke luar tenda.
Jemaah juga dapat menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata hitam, hingga payung saat beraktivitas di luar tenda.
Berikut sejumlah imbauan bagi jemaah haji Indonesia saat berada di Arafah:
• Jemaah haji tetap di dalam tenda, kecuali jika ada keperluan yang sangat penting
• Jemaah haji menggunakan APD seperti masker, kaca mata hitam, topi, payung, alas kaki, dan pelindung diri lainnya saat beraktivitas di luar tenda
• Rutin minum air putih, dapat dicampur dengan oralit, atau minum air zamzam
• Minum air sebanyak 200 mililiter per jam, minum tanpa menunggu haus
• Semprotkan air ke wajah dan bagian tubuh yang terbuka, yang terkena matahari langsung.





