“Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan” menjadi tema utama yang diusung oleh Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyambut Iduladha 2026.
Thobib Al Asyhar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag menjelaskan, tema yang dipilih tersebut berkaitan erat dengan situasi kehidupan masyarakat saat ini dan juga dengan situasi global.
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi saat ini, kita tahu situasi dunia, situasi kehidupan masyarakat kita. Yang tentu saja dengan adanya Iduladha ini mengajak kita untuk kembali menegakkan nilai-nilai keikhlasan, nilai-nilai kepedulian, dan juga tanggung jawab sosial yang telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim dan juga Nabi Ismail,” ujar Thohib ketika mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (26/5/2026) sore.
Sementara maksud ‘merawat alam’ yang juga menjadi sorotan pada tema Iduladha yang diusung, ia mengatakan bahwa momentum berkurban dapat menjadi penumbuhan kesadaran ekologi serta upaya dalam menjaga alam yang menurutnya saat ini kondisinya kurang bagus.
“Apalagi banyaknya terjadi peperangan, kerusakan alam di mana-mana, longsor, banjir, kemudian juga cuaca yang belakangan ini panas yang ini tentu perlu ada komitmen dan peran-peran umat beragama,” tuturnya.
Kemenag bersama lembaga-lembaga seperti Baznas dan LAZ menekankan perannya sebagai fasilitator guna menjaga penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban dilakukan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam.
“Kami berkoordinasi dengan teman-teman BPJPH untuk penjaminan bahwa pelaksanaan penyembelihan itu dilaksanakan dengan baik, memikirkan atau menjaga lingkungan, higienitas, dan keabsahan soal syariat dalam penyembelihan dan seterusnya,” kata Thohib.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang melakukan penyembelihan kurban, khususnya di sentra-sentra pelaksana seperti masjid, rumah potong hewan (RPH), dan lingkungan sosial, untuk melakukan penyembelihan dengan khidmat.
“Dan tidak lupa mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih. Jangan sampai mengotori lingkungan yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti misalnya munculnya kotoran-kotoran yang akan mengganggu. Mari kita perlakukan hewan-hewan yang kita sembelih itu dengan cara yang sebaik-baiknya karena itu ada tuntunan syariatnya,” pungkasnya. (vve/saf/ipg)




