Bali Jadi Panggung Comeback Aidan Heslop di Red Bull Cliff Diving 2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Broken Beach, Bali, menjadi saksi dua cerita besar dalam pembukaan musim Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Di hadapan deburan ombak yang tak kenal kompromi, dua nama menorehkan kisah masing-masing: satu tentang dominasi yang tak tergoyahkan, satu lagi tentang kebangkitan yang mengharukan.

Rhiannan Iffland, atlet asal Australia yang sudah lama menjadi momok bagi para pesaingnya, kembali membuktikan mengapa ia layak disebut ratu tebing dunia.

Dengan total poin 345,55, ia mengunci gelar juara kategori perempuan di putaran pertama ini, melanjutkan untaian kemenangan sembilan musim beruntun yang sudah ia rajut dengan penuh konsistensi dan ketangguhan.

Bagi Iffland, Bali bukan sekadar kota tujuan, melainkan panggung untuk sekali lagi menegaskan bahwa tahtanya belum akan berpindah tangan dalam waktu dekat.

Namun, sorotan terbesar pada perhelatan “Gates of Heaven” edisi 2026 justru tertuju pada sosok di kategori pria, Aidan Heslop. Atlet muda berusia 24 tahun asal Britania Raya itu tampil luar biasa dan meraih poin 419,85, angka yang cukup untuk membawanya berdiri di puncak podium dengan kemenangan telak 40 poin dari para pesaing terdekatnya.

Yang membuat kemenangan Heslop terasa jauh lebih spesial adalah perjalanan panjang di baliknya. Penyelam asal Britania Raya itu terakhir kali tampil pada November 2024 ketika merebut gelar juara dunia di Sydney.

Baca Juga

  • Rekap Hasil Malaysia Masters 2026: Jojo dan Ubed ke Perempat Final
  • Chaos di F1 Kanada: Antonelli Juara, Russell dan Norris Gagal Finis

Setelah itu, ia harus menepi selama 18 bulan akibat cedera punggung serius yang membuatnya menjalani operasi. Bali pun menjadi panggung kembalinya Heslop ke kompetisi, dan ia langsung menandainya dengan kemenangan emosional.

Sejak ronde kedua, Heslop langsung mencuri perhatian setelah mendapat nilai 9 dari para juri dan melesat ke puncak klasemen. Posisinya semakin kokoh lewat lompatan ketiga dari platform setinggi 27 meter yang tampil nyaris tanpa cela.

Ia kemudian menutup kompetisi dengan loncatan tingkat kesulitan 5,9 berupa empat putaran ke depan, empat salto, dan tiga setengah putaran pike yang menghasilkan 141,6 poin sekaligus memastikan dirinya menjadi yang terbaik hari itu.

Heslop, yang hingga kini masih memegang rekor loncatan tersulit sepanjang sejarah Red Bull Cliff Diving, berbicara lugas soal motivasinya.

“Saya pikir, ini soal mendorong batas maksimal sejauh mungkin dan melewatinya. Ini soal melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.

Ketika loncatan terakhir itu selesai, emosi yang selama ini ia tahan akhirnya tumpah ruah.

“Saya bahkan sempat menitikkan air mata saat diangkat dari air dengan jet ski, karena momen ini sungguh bermakna bagi saya,” akunya.

Rasa tegang, rasa sakit, dan 18 bulan penantian panjang, semuanya larut dalam satu momen kemenangan di perairan Bali.

Musim 2026 baru saja dimulai, tetapi dua nama itu sudah mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Kuning
• 5 jam laludetik.com
thumb
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Viral Jogging Track Alun-alun Bekasi Jadi Tempat Belajar Nyetir, Satpol PP Turun Tangan
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Mengemuka, Ketua INTI Soroti Dugaan Rasisme Terselubung
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Operasi Patuh 2026 Dimulai 8 Juni, Sasar Pelat Nomor yang Dicopot hingga Disamarkan
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.