Cerita Lapasta Band, Warga Binaan di Lapas Tangerang yang Isi Hari dengan Musik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Di tengah aktivitas pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang, sekelompok warga binaan rutin menghabiskan waktunya dengan bermusik.

Mereka tergabung dalam Lapasta Band atau Lapas Tangerang Band, grup musik yang telah berdiri sejak 2010 dan kerap tampil di berbagai acara.

Salah satu personelnya, Iman, mengatakan kemampuan bermusik yang dimilikinya sudah ada sebelum masuk lapas. Menurutnya, sebagian besar personel Lapasta Band juga telah memiliki kemampuan dasar bermain musik.

“Untuk main musik saya memang sudah dari dulu. Secara basic teman-teman yang lain juga sudah punya basic. Cuma di sini kita difasilitasi oleh lapas sendiri untuk bermain musik,” kata Iman saat ditemui di Lapas Kelas I Tangerang, Selasa (26/5).

Di dalam lapas, mereka mendapat fasilitas berupa alat musik hingga studio untuk latihan dan tampil.

Bagi Iman, keberadaan band menjadi cara untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Jadi ada waktu untuk mengisi, enggak bosan. Bisa mengembangkan talenta masing-masing,” ujarnya.

Lapasta Band bukan hanya tampil di lingkungan lapas. Iman mengatakan grup tersebut kerap diundang tampil di berbagai kegiatan di luar, mulai dari acara kementerian hingga kantor wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Sering diundang, di kementerian, kanwil,” katanya.

Band tersebut juga telah memiliki karya sendiri. Salah satu lagunya berjudul “Terlahir Mulia” yang telah dirilis di YouTube.

Lagu itu bahkan mengantarkan Lapasta Band meraih juara pertama lomba cipta lagu jingle Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Bandung.

“Punya lagu sendiri, judulnya Terlahir Mulia. Itu juara satu lomba band umum di Bandung untuk jingle HANI,” ujar Iman.

Aktivitas bermusik juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan di Lapas Kelas I Tangerang. Selain musik, warga binaan lain mengikuti berbagai kegiatan seperti pangkas rambut, kegiatan santri, dapur, hingga Pramuka.

“Teman-teman ada yang pangkas rambut, santri, dapur, Pramuka juga. Banyak kegiatan,” kata Iman.

Regenerasi personel Lapasta Band dilakukan secara berkelanjutan. Ketika ada personel yang bebas, Lapasta Band membuka seleksi untuk mencari anggota baru.

“Kalau ada personel pulang, kita cari lagi. Ada seleksinya, kayak audisi,” ujarnya.

Tak ada batas usia dalam seleksi tersebut. Menurut Iman, syarat utamanya hanya kemauan untuk belajar dan bermusik.

“Yang penting ada kemauan saja,” katanya.

Lapasta Band juga rutin tampil untuk menghibur pengunjung lapas saat jam kunjungan.

“Latihan nggak ada khusus, kita langsung main. Karena setiap hari ada kunjungan, jadi setiap hari menghibur pengunjung,” ujar Iman.

Saat ditanya harapannya usai kembali ke masyarakat, Iman berharap pengalaman bermusik selama di lapas dapat menjadi bekal untuk melanjutkan hidup.

“Harapannya bisa jadi lebih baik. Dengan modal main musik di sini, nanti di luar bisa berkembang lagi,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Ibadah Haji, Jemaah Tiba di Padang Arafah untuk Jalani Wukuf
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Sah! Pemerintah Tetapkan Daerah Penghasil dan Pengolah Panas Bumi RI
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Jaga Kesehatan dan Taati Aturan Selama Puncak Haji
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas Pasti Hentikan 951 Entitas Pinjol Ilegal hingga Akhir Maret 2026
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Saham Astra (ASII) Jatuh Lebih dari 8 Persen, Apa yang Terjadi?
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.