Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI mencatat transaksi kurban digital melalui platform BYOND by BSI mencapai Rp2,5 miliar pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Sejalan dengan itu, perseroan juga meningkatkan penyaluran hewan kurban menjadi 24.053 ekor atau naik 57% dibandingkan tahun lalu sebanyak 15.272 ekor.
BSI terus memperkuat peran sosial dan ekonomi syariah melalui program kurban nasional pada Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, perseroan menyiapkan 24.053 ekor hewan kurban yang akan disalurkan ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Peningkatan jumlah hewan kurban tersebut turut didorong oleh akselerasi layanan digital perseroan. Melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, masyarakat dapat membeli hewan kurban secara mudah dan aman.
Transaksi kurban digital melalui platform BYOND by BSI tercatat mencapai Rp2,5 miliar. Sementara itu, transaksi pembelian hewan kurban menggunakan BSI Hasanah Card mendekati Rp20 miliar.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Anggoro Eko Cahyo mengatakan perbankan syariah harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Baca Juga
- BSI (BRIS) Bidik Nasabah Baru dari Naming Rights LRT Dukuh Atas
- BI Rate Naik, BSI (BRIS) Jaga Pertumbuhan Pembiayaan dan Likuiditas
- Bos BSI (BRIS) Beberkan Motor Penggerak Pertumbuhan Laba Kuartal I/2026
“Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ujar Anggoro dalam Konferensi Pers BSI dalam Persiapan Idul Adha, Senin (26/5).
Menurut dia, program kurban BSI juga dirancang untuk menciptakan multiplier effect bagi sektor UMKM peternakan. Perseroan melibatkan 37 peternak lokal, termasuk 19 UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di Aceh, Sumatera Selatan, Jabodetabek, Jawa, Sulawesi Selatan, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.
“Kami ingin memastikan ekonomi kerakyatan tumbuh dari hulu ke hilir. Peternak binaan kami berikan kepastian pasar dengan stok hewan yang terjaga kualitasnya,” kata Anggoro.
Selain itu, distribusi daging kurban dilakukan menggunakan besek bambu sebagai bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan.
Daging kurban akan disalurkan kepada lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, hingga pesantren.
BSI memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dalam kondisi sehat dan telah mengantongi sertifikat kelulusan uji klinis dari Rumah Potong Hewan (RPH) serta Dinas Peternakan setempat.





