PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) resmi menyetujui pembagian dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp25 miliar kepada para pemegang saham.
IDXChannel - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) resmi menyetujui pembagian dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp25 miliar kepada para pemegang saham. Nilai tersebut setara Rp12,5 per saham.
Hal itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
"Mengenai dividen, sesuai dengan keputusan RUPS hari ini, maka akan didistribusikan lagi Rp25 miliar atau Rp12,5 per saham," ujar Direktur Utama BUAH Renny Lauren dalam public expose di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dengan demikian, total dividen tahun buku 2025 yang dibagikan mencapai Rp50 miliar. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp25 miliar pada 28 November 2025.
"Langkah ini menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan para shareholder ditengah situasi pasar lokal maupun global yang dinamis," ujar Renny.
Renny menuturkan, perseroan mampu mencatatkan tren positif berupa kenaikan pendapatan yang konsisten. Pertumbuhan ini terbilang impresif mengingat industri saat ini tengah dihadapkan pada fluktuasi ekonomi makro dan tren konsumen yang beralih pada smart spending.
Dia memaparkan, kunci dari kenaikan pendapatan tersebut terletak pada fokus perseroan yang menghindari spekulasi pada produk-produk unconventional. Perseroan memilih untuk mengoptimalkan pola konsumsi riil masyarakat yang ada serta memastikan ketersediaan pasokan, dan memaksimalkan potensi penetrasi di berbagai daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BUAH Vianita Januarini mengungkapkan, BUAH membukukan pendapatan Rp3,27 triliun sepanjang 2025 atau melonjak 47,7 persen secara tahunan (yoy). Seiring dengan capaian tersebut, laba bersih juga tumbuh 42,7 persen menjadi Rp50,4 miliar.
Menurutnya, pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan pada segmen buah-buahan serta ayam beku. Kemudian dari sisi geografis kontribusi penjualan masih didominasi di Pulau Jawa dengan nilai mencapai sekitar Rp2,1 triliun.
"Namun, strategi perseroan dalam memperluas jaringan cabang di luar Pulau Jawa diharapkan dapat semakin memperkuat pertumbuhan pendapatan ke depannya," kata dia.
Hingga akhir 2025, BUAH telah memiliki 18 cabang distribusi. Pada 2025 perseroan membuka cabang baru di Jayapura dan Ternate, sedangkan pada 2026 ekspansi dilanjutkan melalui pembukaan cabang di Lampung serta pembangunan cabang baru di Gorontalo.
(Dhera Arizona)





