TNI Dikritik karena Urus Begal, Kemenhan Merespons Begini

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - TNI tengah memanen kritik lantaran ikut mengurus aksi begal. Namun, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) punya alasan pembenar untuk aksi TNI menyikat pelaku kejahatan itu.

Kemenhan menilai keterlibatan TNI dalam memberantas aksi begal di Jakarta merupakan bagian dari menjalankan misi operasi militer selain perang (OMSP).

BACA JUGA: Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Batalion Tempur Urus Begal di Jakarta

"Pada prinsipnya, tugas utama penegakan hukum tetap berada pada Polri. Namun, dalam konteks OMSP, TNI juga memiliki tugas membantu pemerintah daerah dan membantu Polri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Rico menyatakan hal tersebut saat ditanya soal langkah Kodam Jaya mengerahkan batalyon tempur untuk membantu Polri menangani aksi begal di Jakarta.

BACA JUGA: Polisi Tangkap 20 Begal di Jakarta, Dua Pelaku Ditembak

Menurut Rico, apa yang dilakukan jajaran Kodam Jaya hanya bertujuan untuk memastikan masyarakat dalam keadaan aman dan nyaman.

Hal itu dilakukan dengan cara menggelar patroli bersama, sosialisasi ke masyarakat secara humanis, dan melakukan tindakan pencegahan lainnya.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Tembak Begal Bersenjata Api

Selain itu, kata Rico, upaya Kodam Jaya juga sudah selaras dengan kebijakan Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin menugaskan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di seluruh daerah melindungi warga dari ragam aksi kriminal.

Namun demikian, Rico menegaskan TNI juga memiliki batasan tertentu dalam menangani aksi begal.

TNI, kata Rico, mengutamakan koordinasi dan kerja sama dengan Polri selaku pihak yang berhak melakukan tindakan hukum.

Dengan adanya koordinasi dan kerja sama yang baik antara TNI dan Polri, Rico meyakini aksi begal bisa ditangani dengan lebih maksimal.

"Tentu seluruh pelaksanaannya tetap mengedepankan profesionalisme, koordinasi dengan Polri, serta pendekatan humanis sesuai aturan yang berlaku," kata Rico.

OMSP merupakan misi nontempur yang bersifat kemanusiaan. Misi ini biasanya dilakukan TNI pada saat-saat tertentu, seperti evakuasi warga di tengah bencana, pembangunan infrastruktur di lokasi bencana, pengamanan warga, hingga memberikan layanan kesehatan. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar 26 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Kedai Kopi di Poins Square Sebabkan Kerugian Rp17 Juta dan Satu Orang Luka Bakar
• 4 menit lalupantau.com
thumb
Dari Hobi Masa SD, Airin Sulap Rajutan Jadi Sumber Rezeki
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Rekomendasi Film Rom-Com yang Karakternya Penulis
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Fuji Tak Sudi Bicara dengan Mantan Admin yang Sudah Jadi Tersangka: Rasanya Kesel Aja, Belum Ikhlas
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Harga Pangan Melonjak Jelang Iduladha 2026, Apa Faktor Pemicunya?
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.