FAJAR, Makassar —Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan bertajuk LONTARA (Longevity Office for Tracking, Activity, Resilience, and Awareness) di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Program ini merupakan model pemberdayaan mandiri dalam mitigasi risiko penyakit kardiovaskular bagi pegawai melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis healthy longevity medicine.
Kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan Fakultas Kedokteran UNM yang mengembangkan bidang healthy longevity medicine, yaitu pendekatan kedokteran yang menekankan pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan perpanjangan usia hidup sehat (healthspan) masyarakat.
FK UNM menempatkan healthy longevity medicine sebagai keunggulan institusi dalam menjawab tantangan meningkatnya penyakit tidak menular dan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas hidup sehat jangka panjang.
Melalui program LONTARA, tim pengabdian FK UNM menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan intervensi sederhana yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja.
Kegiatan diawali dengan edukasi yang dibawakan oleh narasumber, dr. Sry Wahyuni Warastuti, MTD(HE) mengenai faktor risiko penyakit kardiovaskular; seperti hipertensi, stres kerja, kurang aktivitas fisik, dan pola hidup sedentari pada pekerja perkantoran.
Peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan alat pengukur tekanan darah digital sebagai bentuk pemberdayaan mandiri dalam memantau kondisi kesehatan secara rutin di lingkungan kerja.
Peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin, pengaturan aktivitas fisik harian, serta penerapan micro-break selama jam kerja.
Selain itu, tim pengabdian turut mempraktikkan contoh gerakan micro-break stretching yang dapat dilakukan secara sederhana di sela aktivitas kerja untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan risiko sedentary lifestyle pada pegawai perkantoran.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan Longevity Office Kit kepada pihak Disperkimtan Provinsi Sulawesi Selatan.
Paket tersebut terdiri atas lima unit alat pengukur tekanan darah digital, kartu Appa’inga’ sebagai media pencatatan tekanan darah mandiri, stiker nudge pengingat perilaku sehat di area kerja, serta modul edukasi pencegahan penyakit kardiovaskular bagi pegawai.
Ketua tim pengabdian, Nurul Azizah, M.Kes, menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi sesaat, tetapi sebagai langkah awal membangun budaya kerja sehat dan sadar risiko penyakit kronis di lingkungan perkantoran.
“Melalui pendekatan healthy longevity medicine, kami ingin mendorong pegawai agar lebih aktif memantau kesehatannya sendiri, memahami faktor risiko sejak dini, dan membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan di tempat kerja,” ujarnya.
Pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Perwakilan instansi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama FK UNM karena dinilai relevan dengan kebutuhan kesehatan pegawai saat ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan edukasi yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam rutinitas kerja sehari-hari.
Bantuan Longevity Office Kit juga menjadi dukungan nyata agar pegawai dapat lebih rutin memantau kesehatannya secara mandiri,” ungkap perwakilan Disperkimtan Sulsel.
Program LONTARA menjadi salah satu bentuk implementasi nyata pengembangan healthy longevity medicine yang selama ini menjadi fokus keilmuan FK UNM.
Diharapkan, program ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya pencegahan penyakit kardiovaskular sejak dini, sekaligus menjadi role model bagi instansi atau perkantoran lain dalam membangun budaya kerja sehat berbasis longevity medicine. (*)





