Dolar AS Stabil Setelah Serangan AS-Iran Ganggu Harapan Kesepakatan Damai

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dolar AS sedikit melemah pada Selasa (26/5/2026), meski secara keseluruhan masih tetap stabil, setelah serangan baru AS terhadap Iran.

Dolar AS Stabil Setelah Serangan AS-Iran Ganggu Harapan Kesepakatan Damai. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit melemah pada Selasa (26/5/2026), meski secara keseluruhan masih tetap stabil, setelah serangan baru AS terhadap Iran mengganggu harapan akan segera berakhirnya perang yang telah berlangsung hampir tiga bulan.

Harga minyak global acuan naik, namun tetap di bawah ambang batas USD100 per barel, memperkuat mata uang pasar negara berkembang dan menjaga sentimen risiko tetap ada karena investor di AS dan tempat lain kembali untuk pekan perdagangan yang dipersingkat karena liburan.

Baca Juga:
Dolar Masih Perkasa, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.716 per USD

Pada pukul 06:13 ET (10:13 GMT), indeks dolar AS, yang melacak nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya, telah turun 0,2 persen menjadi 99,03. Sejak awal perang, indeks tersebut telah naik 1,3 persen, mencerminkan daya tarik dolar sebagai aset safe-haven selama perang Iran.

Euro tidak berubah terhadap dolar pada USD1,1644, sementara poundsterling Inggris sedikit turun 0,2 persen menjadi USD1,3480.

Baca Juga:
BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, karena Bikin Rupiah Makin Melemah

"Dengan pasar saham tunai dan berjangka yang terus menguat pada perdagangan deeskalasi pada Senin, orang mungkin mengharapkan dolar melemah secara keseluruhan, tetapi dolar justru bertahan cukup baik," kata analis di ING dalam catatan kepada klien seperti dikutip dari Investing, Selasa (26/5/2026).

"Kami menduga ini didorong oleh pandangan bahwa Federal Reserve akan mengurangi kebijakan dovish pada saat data aktivitas yang lebih lemah menimbulkan pertanyaan tentang seberapa agresif bank sentral lain, terutama di Eropa, dapat melakukan pengetatan kebijakan moneter tahun ini,” sambungnya.

Baca Juga:
Dolar Melemah di Tengah Berlanjutnya Ketidakpastian Damai AS-Iran

Sebelumnya, militer AS melakukan serangan yang digambarkan sebagai serangan "defensif" di Iran selatan, menenggelamkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz.

Serangan tersebut memicu pembalasan dari Teheran, yang menembakkan rudal ke pesawat AS. Serangan Amerika kemudian menghantam peluncur rudal di dekat Bandar Abbas, lapor Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat AS.

Optimisme baru-baru ini bahwa Washington dan Teheran mungkin mendekati kesepakatan yang langgeng untuk mengakhiri perang mereka yang hampir tiga bulan lamanya mereda.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengisyaratkan bahwa diskusi tentang kesepakatan dengan Iran dapat "membutuhkan beberapa hari," menambahkan bahwa Selat Hormuz pada akhirnya akan dibuka kembali sepenuhnya untuk "satu arah atau arah lain."

Selama akhir pekan, laporan berita mengatakan kedua belah pihak telah menyetujui kesepakatan secara prinsip, sementara Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan pembicaraan berjalan "dengan baik." Namun, Trump juga memperingatkan tentang dimulainya kembali dan peningkatan pertempuran jika kesepakatan tidak tercapai.

Dengan latar belakang ini, harga minyak tetap tinggi, yang mendasari kekhawatiran seputar gelombang inflasi yang disebabkan oleh energi. Taruhan pun meningkat bahwa bank sentral, termasuk Fed dan Bank Sentral Eropa, dapat menaikkan suku bunga untuk melawan tekanan harga ini.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lima Legislator PAN Ikut Tanda Tangan Hak Angket atas Bupati Gowa Husniah Talenrang yang Juga Mantan Ketua PAN Sulsel
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Luncurkan Internet Rakyat, SURGE Optimistis Bantu Genjot Ekonomi Tumbuh 8%
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kawasan Industri Terpadu Batang Raih Komitmen Investasi dari Eropa
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Primaya Hospital (PRAY) Tancap Gas di 2026, Targetkan EBITDA Tumbuh 25 Persen
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Klinik Yasmin RSCM hadir dengan teknologi baru untuk program kehamilan
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.