Danantara Bakal Umumkan Kinerja Keuangan Konsolidasi BUMN di Kuartal III-2026

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pandu Sjahrir mengatakan kemungkinan pelaporan kinerja keuangan yang dikonsolidasikan dari seluruh BUMN baru akan dirilis pada akhir kuartal III-2026.

Danantara Bakal Umumkan Kinerja Keuangan Konsolidasi BUMN di Kuartal III-2026. (Foto: Iqbal Dwi Purnama/iNews Media Group)

IDXChannel - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, kemungkinan pelaporan kinerja keuangan yang dikonsolidasikan dari seluruh perusahaan BUMN baru akan dirilis pada akhir kuartal III-2026 mendatang.

Pandu mengatakan laporan keuangan yang mengonsolidasikan seluruh perusahaan negara membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab, ada sekitar 1.000 perusahaan BUMN yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Baca Juga:
Danantara Pastikan DSI Telah Resmi Berstatus BUMN

"Kita konsolidasikan dulu nanti dari sisi DAM (Danantara Aset Management) dan DIM (Danantara Investment Management), habis itu masuk ke BPI, itu butuh waktu. Kemungkinan baru bisa mungkin akhir kuartal III," ujarnya saat ditemui di Senayan, Selasa (26/5/2026).

Pandu menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), batas maksimal perusahaan menyampaikan laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir, yakni pada Juni.

Baca Juga:
Pandu Sjahrir Ungkap 33 Bank Siap Beri Kredit USD10 Miliar ke Danantara

Perusahaan-perusahaan BUMN yang berada di bawah Danantara akan menyusun laporan keuangan sesuai batas ketentuan dalam peraturan perundangan tersebut. Setelah semua rampung, baru kemudian dikonsolidasikan sebagai kinerja BPI Danantara, yang akan diumumkan di akhir kuartal III-2026.

"Kita juga masih menunggu perusahaan-perusahaan yang Tbk, apalagi kan belum semua selesai. Belum lagi kita ada sekitar 1.000 perusahaan, itu harus selesai, habis itu kita harus konsolidasikan," tambahnya.

Baca Juga:
Danantara Bakal Rekrut Pekerja Asing untuk BUMN Ekspor, Ini Alasannya

Meski demikian, Pandu memastikan proses konsolidasi tersebut tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Menurutnya, pembentukan struktur pelaporan terpadu menjadi langkah penting agar transparansi dan tata kelola investasi BUMN di bawah Danantara dapat lebih terukur ke depan.

Ia juga menekankan bahwa proses penggabungan laporan keuangan bukan hanya sekedar mengumpulkan data dari seluruh perusahaan pelat merah, melainkan juga melakukan penyesuaian standar akuntansi, validasi aset, hingga harmonisasi struktur bisnis antar entitas.

Baca Juga:
Danantara Pangkas Alokasi Investasi 2026 Imbas Pelemahan Rupiah

Pemerintah sebelumnya membentuk BPI Danantara sebagai sovereign wealth fund dan holding investasi nasional yang mengelola aset-aset strategis negara. Melalui skema tersebut, aset BUMN diharapkan dapat dikelola secara lebih profesional, efisien, dan terintegrasi.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jakarta Selatan dan TP PKK Panen 1,1 Ton Labu Madu Dukung Penguatan Urban Farming dan Ketahanan Pangan Warga
• 44 menit lalupantau.com
thumb
4 Pilot Perempuan Muda di Balik Penerbangan Prabowo, Ini Sosoknya
• 4 menit laludetik.com
thumb
Formasi dan Distribusi Guru Kewenangan Pusat, Masuk RUU Sisdiknas
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa M 3,9 Guncang Maluku Tengah
• 19 jam laludetik.com
thumb
GKSR Minta RUU Pilkada Tetap Pertahankan Pemilihan Langsung oleh Rakyat
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.