Bulog Pinrang Respons Cepat, Beras Bantuan Bermasalah Langsung Diganti

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, PINRANG – Respons cepat ditunjukkan Perum Bulog Cabang Pinrang setelah muncul laporan masyarakat terkait kualitas beras bantuan pangan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang.

Keluhan tersebut sempat ramai di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan beras bantuan diduga mengalami penurunan kualitas, dengan kondisi menguning dan ditemukan hama kutu di beberapa kemasan.

Menindaklanjuti hal itu, Bulog Pinrang langsung melakukan langkah cepat dengan menarik kembali beras yang dikeluhkan masyarakat dan memastikan penggantian stok dilakukan dalam waktu singkat.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Pinrang, Faizal Jafar, menegaskan bahwa pihaknya tidak menunda penanganan begitu laporan diterima dari masyarakat.

“Beras sudah kami tarik dan akan kami salurkan kembali pada hari Kamis,” ujar Faizal Jafar pada Selasa, 26 Mei 2026.

Faizal menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Bulog dalam menjaga mutu dan memastikan bantuan pangan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan kualitas beras bantuan tetap terjaga sebelum sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Program bantuan pangan sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang disalurkan melalui Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat penerima manfaat.

Sebelumnya, Bulog Pinrang telah menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng secara bertahap pada periode Februari–Maret 2026 kepada 46.014 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 12 kecamatan dan 109 desa/kelurahan.

Penyaluran tahap pertama mencakup delapan kecamatan, yakni Lembang, Duampanua, Cempa, Batulappa, Mattiro Bulu, Tiroang, Mattiro Sompe, dan Patampanua dengan total 30.018 PBP.

Sementara tahap kedua meliputi empat kecamatan lainnya, yaitu Suppa, Paleteang, Lanrisang, dan Wattang Sawitto sebanyak 15.996 PBP.

Kasus dugaan penurunan kualitas beras ini diketahui hanya terjadi di Desa Mattombong, Kecamatan Mattiro Sompe. Namun, Bulog memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah antisipatif.

“Laporan yang bermasalah ini hanya di Mattiro Sompe, jadi kami langsung bergerak cepat untuk mengatasinya. Bahkan Dinas Ketahanan Pangan juga sudah turun mengecek langsung stok yang akan disalurkan,” tutup Faizal.

Dengan langkah responsif ini, Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program bantuan pangan tetap berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng Syailendra Capital, BRI Hadirkan Investasi Syariah Lewat Super App BRImo
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Akan Sholat Idul Adha 1447 H di Prancis
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Cerita Penumpang Saat KRL Duri-Tangerang Gangguan: Tiba-tiba Berhenti, AC dan Lampu Mati
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Kemenag Gandeng Ombudsman Cegah Pungli Penerimaan Murid Baru Madrasah
• 6 jam laludisway.id
thumb
Trimegah (UVCR) Sebar Dividen Minimalis Rp0,5 per Saham
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.