Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan pengembangan artificial intelligence(AI) tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan bisnis dan teknologi, tetapi juga harus dikendalikan agar tetap melindungi masyarakat, demokrasi, dan ruang publik digital.
“Tujuan kami jelas, yaitu membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi sekaligus melindungi nilai-nilai sosial masyarakat dan prinsip demokrasi. Bagi kami, AI yang bertanggung jawab berarti memperkuat literasi AI agar masyarakat dan angkatan kerja siap menghadapi transformasi ini dengan prinsip tidak seorang pun tertinggal,” ujar Nezar dalam acara Indonesia AI Safety Virtual Engagement 2026 yang digelar secara daring, Senin (25/5/2026).
Menurut Nezar, pengembangan AI harus tetap berpihak pada kepentingan publik, demokrasi, dan keadilan sosial di tengah besarnya pengaruh platform teknologi global.
Perkembangan AI yang semakin cepat juga memunculkan tantangan baru terkait keamanan, tata kelola, disinformasi, etika, hingga konsentrasi kekuatan teknologi.
Baca Juga: Nezar Patria: Indonesia Bangun Industri AI tanpa Dominasi Negara
Baca Juga: Wamen Kemkomdigi Nezar Patria: Indonesia Terbuka untuk Investasi Digital, Perlindungan Data Tetap Jadi Batas Tegas
“Di seluruh dunia, kecerdasan buatan berkembang sangat cepat dengan membawa tidak hanya peluang besar, tetapi juga pertanyaan serius mengenai keamanan, etika, tata kelola, dan kepercayaan publik. Rilis International AI Safety Report 2026 semakin memperjelas hal tersebut,” ujarnya.
International AI Safety Report 2026 disusun oleh lebih dari 100 pakar AI dan didukung lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia.
Nezar menegaskan keamanan AI tidak lagi dapat diposisikan sebagai isu tambahan, melainkan harus menjadi bagian inti dalam pengembangan teknologi AI. Menurut dia, inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keamanan AI tidak lagi dapat dianggap sebagai isu sekunder. Keamanan AI harus menjadi bagian dari arsitektur inti pengembangan AI itu sendiri. Indonesia percaya bahwa inovasi dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia saat ini menempatkan AI sebagai teknologi strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta memperkuat layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Karena itu, pengembangan ekosistem digital harus tetap mengedepankan etika, keadilan, dan praktik yang adil.
Nezar mengatakan Indonesia mendorong penerapan etika, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pengembangan AI, disertai distribusi manfaat teknologi yang lebih merata melalui dialog, kebijakan, dan regulasi yang adaptif.
Menurutnya, keamanan AI merupakan tantangan global yang tidak dapat diatasi oleh satu negara saja sehingga membutuhkan kolaborasi internasional, standar bersama, dan dialog berkelanjutan.
Karena itu, Indonesia menyatakan siap berkontribusi dalam penguatan keamanan AI global agar teknologi tersebut tetap aman, etis, inklusif, dan berpusat pada manusia.





