Nilai perdagangan antara Rusia dan Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, mencapai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp87,5 triliun) per akhir 2025.
Demikian ungkap Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov pada Selasa (12/5/2026) sebagaimana dilansir dari ANTARA.
"Dalam lima tahun terakhir, perputaran perdagangan antara kedua negara kita telah meningkat lebih dari dua kali lipat, mendekati 5 miliar dolar AS pada akhir 2025," kata Manturov.
Melanjutkan kerja sama yang terus berkembang tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin kini telah menandatangani undang-undang ratifikasi Persetujuan Perdagangan Bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Indonesia. Informasi tersebut disampaikan oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui unggahan di akun media sosialnya pada Selasa (26/5).
Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan EAEU sendiri telah ditandatangani pada 21 Desember 2025. Kerja sama ini mencakup seluruh anggota EAEU, yaitu Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
Menurut Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin seperti dilaporkan Sputnik, perjanjian tersebut menetapkan rezim perdagangan preferensial untuk sebagian besar produk. Kesepakatan itu mencakup lebih dari 98 persen perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU sebelumnya telah dibahas oleh pemerintah Indonesia dan Rusia dalam sidang komisi bersama di Kazan pada 13 Mei lalu.
Baca Juga: Pemerintah Turunkan Pajak Penulis dari 6 Persen jadi 1,5 Persen, Purbaya: Supaya Aktif Menulis
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa perjanjian itu akan membuka akses lebih luas bagi sejumlah produk unggulan Indonesia di pasar EAEU. Produk tersebut antara lain minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur.
"Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara," ujar Airlangga usai bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.





