LA PAZ, KOMPAS.TV - Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan akan memotong gajinya sendiri dan para menteri sebesar 50 persen. Paz mengumumkan pemangkasan gaji tersebut usai gelombang protes di Bolivia memanas.
Gelombang protes di Bolivia diketahui berlangsung sejak awal Mei 2026 akibat krisis ekonomi di negara tersebut. Krisis dilaporkan terjadi akibat penurunan produksi energi dan kekurangan bahan bakar.
Dalam acara peringatan gerakan kemerdekaan Sucre ke-217, Senin (25/5/2026), Rodrigo Paz menyebut pemotongan gaji ini adalah bentuk kesederhanaan dan komitmen pemerintahannya terhadap masyarakat Bolivia.
"Saya ingin mengonfirmasikan bahwa presiden ini, bersama para menteri, telah memutuskan untuk mengurangi gaji kami 50 persen sebagai bagian dari upaya dan komitmen kami terhadap negara," kata Rodrigo Paz dikutip Viory.
Baca Juga: AS Serang Iran Tewaskan 4 Personel IRGC saat Gencatan Senjata, Berdalih Pertahanan Diri
Paz menyebut kebijakan pemotongan gaji ini hanya berlaku untuk presiden dan menteri. Sedangkan pejabat publik lain tidak dikenakan potongan.
Menurut Kementerian Kepresidenan Bolivia, gaji Rodrigo Paz sejumlah 24.251 boliviano atau sekitar Rp62,39 juta. Gajinya akan dikurangi menjadi 12.489 boliviano atau sekitar Rp32 juta.
Di lain sisi, Rodrigo Paz mengkritik pimpinan demonstran yang disebutnya memanfaatkan situasi krisis. Presiden Bolivia itu juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mengantisipasi krisis lebih awal.
"Kita harus berdialog, tetapi tidak di bawah tekanan kelaparan masyarakat yang dijadikan tameng atau kekurangan bahan bakar serta obat-obatan," kata Rodrigo Paz.
Gelombang demonstrasi di Bolivia dilaporkan telah berlangsung hingga tiga pekan. Demonstran dilaporkan memblokade jalan raya, mendisrupsi pasokan pangan, bahan bakar, dan obat-obatan di sejumlah kota.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Viory
- bolivia
- presiden bolivia potong gaji
- kerusuhan bolivia
- demonstrasi bolivia
- presiden bolivia





