Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Simak Bacaan, Tata Cara dan Keutamaannya

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Simak Bacaan, Tata Cara dan KeutamaannyaNasional | inews | Rabu, 27 Mei 2026 - 02:30Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id - Takbiran Idul Adha berapa hari patut diketahui Umat Muslim saat menyambut Hari Raya Kurban. Takbiran dianjurkan untuk dikumandangkan umat Islam sebagai salah satu bentuk syiar dan rasa syukur umat Islam kepada Allah SWT. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan dalam sidang isbat yang digelar 17 Mei 2026 menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu (27/5/2026).

Para ulama telah sepakat bahwasanya bertakbir atau takbiran pada hari raya itu termasuk sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Bahkan para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah dan bertakbir pada hari raya karena hal ini termasuk salahsatu kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dalil yang menganjurkan untuk bertakbir pada hari raya juga lumayan banyak jumlahnya. Baik dalil dari Al-quran maupun dalil dari Hadits nabi Muhammad SAW. Adapun dalil dari Al-quran diantaranya adalah surat Al-baqoroh ayat 185 dan 203 dan surat Al-hajj ayat 28 :

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Baca Juga:7 Fakta Terbaru Puluhan Anak Disiksa di Daycare Yogya, 13 Orang Jadi Tersangka

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan bertakbir sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:   

زينوا أعيادكم بالتكبير 

"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."

Takbiran Idul Adha Berapa Hari?

Takbir pada hari raya idhul adha dimulai sejak maghrib malam hari raya dan berakhir hingga waktu Ashar pada akhir hari Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib Lc menjelaskan, para ulama membedakan antara takbir hari raya idhul fitri dan takbir hari raya idhul adha. Takbir pada hari raya idhul adha para ulama berselisih pendapat tentang waktunya. Imam Nawawi di dalam kitab Roudhotu At-Tholibiin wa Umdatu Al-Muftiin mengatakan bahwa takbir pada hari raya idhul adha itu dibagi menjadi dua.

Baca Juga:Ketua MK Suhartoyo: Profesionalitas Hakim Kunci Jaga Legitimasi Putusan

Takbir muqoyyad dan takbir mursal. Takbir muqoyyad adalah takbir yang dikumandangkan setelah menunaikan sholat fardhu. Adapun takbir mursal adalah takbir yang dikumandangkan kapan pun dan di mana pun.

Sedangkan mazhab Hanbali, Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-Mughni mengatakan bahwa takbir pada hari raya idhul adha dikumandangkan sejak fajar hari Arafah dan berakhir hingga waktu Ashar pada akhir hari Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Mazhab Hanafi, Imam Abu Hanifah menyebutkan bahwa takbir pada hari raya idhul adha dikumandangkan sejak fajar hari Arafah dan berakhir hingga waktu Ashar hari raya idhul adha. 

Mazhab Maliki, Imam Ibnu Abdil Barr di dalam kitab Al-Kafi Fi Fiqhi Ahli Al-Madinah mengatakan bahwa mengumandangkan takbir pada hari raya idhul adha dimulai sejak waktu Dzuhur tanggal 10 dzulhijjah dan berakhir hingga waktu shubuh pada akhir hari Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ

لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَر ,اللهُ اَكْبَر وَللهِ الحَمْدُ

Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laailaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillahilhamdu

Baca Juga:Mensos Cek Sekolah Rakyat di Lampung, Targetkan Beroperasi Juni 2026

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar dan segalapuji hanya bagi Allah”

Selain tiga takbir ini, kita menambahkannya dengan zikir sebagai berikut sebagaimana zikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلَّا اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَر وَللهِ الحَمْدُ

Latin: Allaahu akbar kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa, laa ilaaha illallaahu wa laa na‘budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun, laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar walillaahil hamdu.

Baca Juga:Presiden Tanda Tangani Desain Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN, Ditarget Selesai 2027

Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah mahabesar dan hanya bagi Allah segala puji.”

Tata Cara Takbiran

Takbiran boleh dilakukan secara berjamaah atau sendirian dan dengan suara keras ataupun suara lirih. Pada umumnya memang takbiran dilakukan secara berjamaah dan dengan suara yang keras. Hal ini boleh boleh saja dilakukan sebagai bentuk syiar agama islam.

Imam Ibnu Qudamah di dalam kitab Al-mughni menyebutkan bahwa takbiran boleh dilakukan secara berjamaah dengan suara yang keras sebagai bentuk syiar dan untuk mengingatkan orang lain. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar. Bahwa beliau pernah bertakbir pada hari raya sehingga orang-orang pun ikut bertakbir juga bersama beliau di masjid dan di pasar.

Keutamaan TakbiranBaca Juga:Wali Kota Jogja Janji Kawal Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha hingga Tuntas

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya. Sunnah ini ditujukan untuk semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berada di rumah atau pun sedang berada di Masjid.

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah:   

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فإنها تهدم الذنوب هدما 

"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa."

Demikian ulasan takbiran Idul Adha berapa hari lengkap yang dianjurkan untuk dikumandangkan tiap Muslim baik di rumah, musala maupun masjid untuk mengagungkan nama Allah di Hari Raya Idul Adha 2026.

Wallahu A'lam

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sherly Tjoanda Terheran-heran dengan Nelayan yang Bayar Cicilan KUR sampai Rp2,6 Juta: Mampu?
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Moto3 Italia 2026, Veda Ega Pratama Berbekal Rekor Apik di Mugello
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Simak Bacaan, Tata Cara dan Keutamaannya
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Akal Bulus Pemilik Wedding Organizer Tipu Calon Pengantin di Jaktim
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Revitalisasi Bahasa Daerah Kota Surabaya Raih Penghargaan Nasional
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.