Indonesia Ternyata Rugi Besar Gegara 10 Perusahaan Manipulasi Harga Ekspor CPO

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia mulai membongkar dugaan praktik manipulasi harga ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diduga dilakukan sejumlah perusahaan besar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ada 10 eksportir terbesar yang terindikasi memainkan harga ekspor melalui skema transaksi lintas negara. Temuan itu memunculkan dugaan bahwa Indonesia selama ini berpotensi kehilangan penerimaan besar dari sektor ekspor sawit.

Baca Juga: Prabowo Restui Pembentukan Family Office di Indonesia: Bukan Proyek APBN

“Datanya semua sudah ada, 10 eksportir terbesar,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dua nama perusahaan yang disebut Purbaya adalah Wilmar Nabati Indonesia dan Musim Mas Group. Meski demikian, pemerintah menegaskan langkah pemeriksaan tidak bertujuan mematikan usaha perusahaan.

Menurut Purbaya, perusahaan-perusahaan tersebut nantinya tetap diberi ruang beroperasi, tetapi wajib memenuhi kewajiban pembayaran apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Kasus ini ternyata bukan sekadar soal ekspor sawit biasa, melainkan dugaan permainan harga global yang membuat nilai ekspor Indonesia terlihat jauh lebih rendah dari harga sebenarnya.

Purbaya menjelaskan, perusahaan diduga menjual CPO ke perusahaan trading di Singapura terlebih dahulu sebelum akhirnya dijual kembali ke Amerika Serikat dengan selisih harga yang sangat besar.

Selisih harga itu bahkan disebut bisa mencapai 50 persen. Artinya, keuntungan besar justru diduga tercatat di luar negeri, sementara nilai ekspor dari Indonesia terlihat lebih kecil.

“Di sini benar, di sananya salah,” kata Purbaya.

Menurut dia, perusahaan melakukan pencatatan ekspor dengan benar di Indonesia, tetapi dokumen saat transit di Singapura diduga dimanipulasi.

Praktik seperti ini dikenal sebagai transfer pricing, yakni pengaturan harga transaksi antarperusahaan untuk menggeser keuntungan ke negara tertentu.

Jika terbukti benar, praktik tersebut berpotensi mengurangi penerimaan pajak dan devisa Indonesia dari salah satu komoditas ekspor terbesar nasional.

Purbaya juga mengungkap pemerintah sebenarnya sudah mengantongi data tersebut sejak tiga bulan lalu. Namun hingga kini, pemerintah masih mempertimbangkan langkah penindakan terbaik terhadap perusahaan-perusahaan terkait.

Baca Juga: Iran Dijanjikan US$12 Miliar Asal Damai dengan Amerika dan Israel? Begini Klarifikasi dari Qatar

Kasus ini menjadi sorotan karena industri sawit selama ini merupakan salah satu tulang punggung ekspor Indonesia. Karena itu, dugaan manipulasi harga ekspor bukan hanya menyangkut pelanggaran bisnis, tetapi juga menyentuh kepentingan penerimaan negara dan tata kelola perdagangan internasional Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Tanah yang Subur, Negara Terlalu Jauh dari Akar
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Aturan Baru di Jakarta: Panitia Dilarang Keras Buang Darah dan Sisa Kurban ke Selokan
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM dan SIMP Jelang Ekspor Batu Bara dan Sawit via Danantara Berlaku
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
DPD PDIP Jatim Salurkan 485 Sapi Kurban ke Pesantren hingga Panti Asuhan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bursa Transfer: Inter Milan Dapat Kabar Buruk, Nico Paz Putuskan Bertahan di Como usai Tembus Liga Champions
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.