Teror Pocong Makin Meresahkan, Dedi Mulyadi Ajak Warga Aktifkan Siskamling Lagi: Menurut Saya Itu Meresahkan!

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri tanggapan soal teror pocong yang terjadi di beberapa wilayah akhir-akhir ini. Dedi menyebut bahwa teror pocong tersebut cukup meresahkan.

Seperti diketahui, baru-baru ini viral fenomena "teror pocong". Fenomena ini bahkan telah merebak di berbagai daerah di Indonesia.

Dilansir dari berbagai video di media sosial, tampak sosok berkain kafan mirip pocong itu berkeliaran di jalanan hingga memicu kekhawatiran warga. Beberapa netizen menyebut bahwa sosok pocong itu diduga berkaitan dengan aksi kriminal.

Heboh kabar teror pocong, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut bersuara. Dedi menyebut bahwa fenomena teror pocong telah meresahkan warga.

Pasalnya, pocong-pocong itu tampak mengetuk-ngetuk rumah warga dengan berbagai modus. Beberapa modus itu seperti minta-minta hingga parahnya modus perampokan.

“Di berbagai tempat ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Selasa (26/5/2026).

“Bisa modusnya adalah minta-minta, bisa modusnya pencurian atau perampokan, bisa modusnya main-main atau iseng. Tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan," ujarnya.

Minta Warga Aktifkan Lagi Siskamling

Dedi Mulyadi mengajak masyarakat kembali mengaktifkan siskamling dan patroli lingkungan. Hal itu untuk mencegah aksi pocong yang belakangan meresahkan warga di sejumlah daerah di Jawa Barat.

"Ini pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP, karena keluarnya salah."

"Nah, harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat," kata Dedi dikutip dari Kompas.com pada Selasa (26/05/2026).

Menurut Dedi, aksi pocong di jalan membuat masyarakat resah dan mengganggu arus lalu lintas. Oleh karena itu, pria yang akrab disapa KDM itu meminta warga kembali aktif menjaga keamanan lingkungan melalui patroli dan siskamling.

"Dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas," ujar Dedi.

"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk melakukan patroli si siskamling di lingkungan masing-masing. Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga," ucap Dedi.

Dedi juga meminta masyarakat memanfaatkan pesan Whatsapp untuk berkoordinasi maupun alarm seperti kentongan jika ada bahaya maupun hal mencurigakan.

"Ada alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya, termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga. Ada kentongan kalau di desa-desa," kata Dedi.

Sementara itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi fenomena tersebut.

"Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh dan mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban warga."

"Untuk warga, panik jangan. Salam untuk semuanya," kata Dedi Mulyadi soal fenomena teror pocong yang meresahkan warga. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lengangnya Sudirman-Thamrin-Bundaran HI Saat Libur Idul Adha
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Sindir Ekonom TikTok Saat Bahas Insentif untuk Penulis Buku
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kisah Iyung Si Jagal: 47 Tahun, Ratusan Kurban Tuntas di Tangannya
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Kali Cikarang Tercemar, Warga Diminta Tak Gunakan Airnya untuk Aktivitas Sehari-hari
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.