Rektor Budi Luhur Ungkap Pentingnya Sertifikasi Profesi untuk Lulusan Baru

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif membuat perguruan tinggi dituntut melakukan perubahan besar dalam menyiapkan lulusan.

Kini, ijazah akademik saja dinilai belum cukup untuk menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Mahasiswa juga perlu memiliki sertifikasi profesi sebagai bukti kompetensi nyata agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun global.

Isu tersebut mengemuka dalam momentum wisuda semester genap yang digelar salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Penguatan kompetensi mahasiswa sejak awal perkuliahan dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus menekan angka pengangguran terdidik.

Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi, mengatakan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja harus dibangun sejak semester awal. Menurutnya, mahasiswa perlu diarahkan untuk memahami profesi yang ingin ditekuni setelah lulus sehingga proses pengembangan kompetensi dapat dilakukan lebih terarah.

BACA JUGA:Budi Luhur Tegaskan Sebagai University Go Global: Local Roots, Global Impact

“Kita dari mulai semester awal itu sudah sosialisasi berdasarkan pada profesi apa setelah nanti lulus yang akan digeluti. Nah, itu artinya mereka memang sudah siap-siap untuk mengambil sertifikasi profesional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” ujar Agus usai prosesi wisuda di kawasan Senayan, Selasa 26 Mei 2026.

Ia menilai perubahan pola pikir mahasiswa menjadi salah satu faktor terpenting dalam pendidikan tinggi saat ini. Menurut Agus, tujuan kuliah tidak lagi hanya sebatas mendapatkan ijazah, tetapi juga menguasai keterampilan dan kemampuan spesifik yang dibutuhkan dunia industri.

“Karena password-nya mulai dari mereka mahasiswa baru itu bukan lagi sekadar kuliah cari ijazah, tapi kuliah untuk menguasai, untuk bisa apa,” katanya.

Dalam penerapannya, kampus mendorong mahasiswa mengikuti uji kompetensi sesuai bidang profesi yang ingin ditekuni. Sebagai contoh, mahasiswa dari jurusan ekonomi dan bisnis yang ingin berkarier sebagai pialang saham akan difasilitasi mengikuti sertifikasi resmi dari lembaga yang terhubung dengan bursa efek.

Apabila fasilitas sertifikasi belum tersedia di lingkungan kampus, pihak universitas akan bekerja sama dengan lembaga eksternal maupun otoritas industri terkait guna memastikan mahasiswa tetap memperoleh akses sertifikasi profesi.

BACA JUGA:Teknologi AI dan Wellbeing Kembangkan Siswa Unggul Berbudi Luhur

Langkah tersebut menjadi bagian dari integrasi kurikulum berbasis minat atau build your own curriculum dengan kebutuhan dunia kerja modern. Melalui pendekatan itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang telah diakui secara profesional.

Dengan adanya sertifikasi profesi, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Selain memperkuat daya saing, sertifikasi juga dinilai mampu membuka peluang karier lebih luas di tengah ketatnya persaingan tenaga kerja saat ini.

Pendekatan pendidikan berbasis kompetensi tersebut sekaligus menjadi jawaban atas tantangan dunia kerja 2026 yang semakin dinamis dan membutuhkan sumber daya manusia siap pakai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsip Foto ”Kompas”: Mengenang Idul Adha Berprotokol Kesehatan
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Sapi Kurban Banmas Presiden di Pemprov Sumut Berbobot 1,3 Ton
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, Bank-Bank Jual Dolar di Atas Rp18.000
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dolar AS Masih Melemah, Ini Pemicunya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.