EtIndonesia. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa pada 25 Mei pukul 17.52 waktu setempat , gempa kuat berkekuatan Magnitudo 6,9 mengguncang wilayah utara Chile. Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer timur laut Kota Calama di wilayah Antofagasta Region. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar. Namun karena guncangannya cukup kuat, Pusat Seismologi Universitas São Paulo mencatat bahwa beberapa wilayah di Negara Bagian São Paulo, Brasil, juga merasakan getarannya, yang membuat warga Brasil terkejut.
Menurut laporan Agence France-Presse, USGS menyatakan bahwa gempa terjadi di kawasan Gurun Atacama Desert, sekitar 31 kilometer dari Kota Calama, dengan kedalaman sekitar 100 kilometer.
Badan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Chile menyatakan bahwa saat ini tidak ada risiko tsunami dan belum ada laporan korban luka maupun kerusakan serius.
Media lokal melaporkan bahwa getaran gempa terasa di wilayah Arica, Tarapacá Region, Antofagasta, dan Atacama Region.
Rekaman yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah TVN memperlihatkan barang-barang di rak supermarket berjatuhan ke lantai akibat guncangan.
Diketahui bahwa gempa kali ini terasa cukup kuat hingga dampaknya melintasi perbatasan negara. Pusat Seismologi Universitas São Paulo mencatat sebagian wilayah Negara Bagian São Paulo di Brasil juga merasakan getaran, sesuatu yang mengejutkan banyak warga setempat.
Chile merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa paling sering di dunia karena terdapat tiga lempeng tektonik yang bertemu di wilayahnya, yaitu Lempeng Nazca Plate, Lempeng Amerika Selatan, dan Lempeng Antartika.
Masyarakat Chile umumnya menganggap gempa berkekuatan di bawah 7,0 tidak terlalu mengkhawatirkan. Pada tahun 1960, Kota Valdivia di bagian selatan dihancurkan oleh gempa berkekuatan 9,5, yang dianggap sebagai gempa terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah dan menewaskan sekitar 9.500 orang.
Pada tahun 2010, gempa berkekuatan 8,8 disertai tsunami mengguncang lepas pantai tengah Chile dan menyebabkan lebih dari 520 orang meninggal dunia.
Sumber : NTDTV.com





