Polres Kepulauan Seribu menyalurkan puluhan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban berupa sapi dan kambing itu disalurkan kepada warga pesisir pulau.
Pada Idul Adha tahun ini, Polres Kepulauan Seribu menyiapkan sebanyak 21 ekor sapi dan 16 ekor kambing untuk disalurkan kepada masyarakat, wilayah kepulauan penduduk, unsur TNI, tempat ibadah, wartawan, serta jajaran polsek di wilayah hukum Polres Kepulauan Seribu. Penyaluran hewan kurban dilakukan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Sebanyak 11 ekor sapi didistribusikan ke Yon Arhanudbay, pulau penduduk, Polsek Kepulauan Seribu Utara, Pulau Harapan, dan Polsek Kepulauan Seribu Selatan. Selain itu, 10 ekor kambing disalurkan kepada wartawan JKS, wartawan DKI, wartawan JJU, Koramil, Mushola Pademangan, Musala Hudalilmutaqin Kalibaru, Masjid Al-Muktamar Kalibaru, serta Polsek Kepulauan Seribu Utara.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra mengatakan Idul Adha merupakan momentum untuk meningkatkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial terhadap sesama.
"Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin berbagi manfaat dan kebahagiaan kepada masyarakat. Semoga semangat Idul Adha semakin memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat," ujar AKBP Argadija dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Sebelumnya, Polres Kepulauan Seribu juga menggelar salat Idul Adha di Masjid Baitu Jannah Marina Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri jajaran personel Polres Kepulauan Seribu serta masyarakat sekitar.
Kapolres AKBP Argadija Putra bersama para Pejabat Utama Polres Kepulauan Seribu, anggota, dan warga ikut salat Id bersama. Momentum Hari Raya Kurban dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra secara simbolis melakukan pemotongan hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kepada masyarakat.
(mea/imk)





