Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya usai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu.
Sapi kurban Presiden Prabowo tersebut berjenis Peranakan Ongole (PO) berusia enam tahun dengan bobot mencapai 1,1 ton hasil ternak peternak asal Kabupaten Lamongan, Akhmad Ritaudin.
"Sapi Peranakan Ongole ini merupakan sumber daya genetik hewan asli Indonesia atau plasma nutfah dengan keunggulan sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan panas, pakan limbah pertanian dan memiliki daya tahan terhadap penyakit," ungkap Khofifah.
Selain menyerahkan sapi kurban Presiden, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban miliknya berjenis Belgian Blue berbobot satu ton kepada pengurus Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
"Sapi ini memiliki ciri khas tubuhnya yang padat dengan otot bertumpuk atau yang dikenal sebagai double muscles atau otot ganda yang tidak dimiliki bangsa sapi lain. Tingkat pertumbuhan sapi ini cepat dan produksi daging yang lebih padat dan rendah lemak," ujarnya.
Masjid Al Akbar Sembelih 23 Sapi dan 49 KambingMasjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Idul Adha tahun ini menyembelih sebanyak 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing.
Daging kurban tersebut dijadwalkan mulai didistribusikan kepada masyarakat pada Kamis (28/5).
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami bersama Pak Wagub menyampaikan terima kasih, panjenengan (kalian) semua berkenan untuk menitipkan hewan kurban di Masjid Nasional Al Akbar. Semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt," kata Khofifah.
Khofifah Ajak Teladani Nabi Ibrahim dan Nabi IsmailDalam kesempatan itu, Khofifah mengajak masyarakat meneladani ketakwaan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.
"Keduanya memberikan pelajaran tentang ketakwaan dan keikhlasan serta pengorbanan dalam menjalankan perintah-Nya," ujarnya.
Khofifah menyebut Nabi Ibrahim mengajarkan arti cinta sejati yang tidak melampaui cinta kepada Allah SWT, sedangkan Nabi Ismail mengajarkan kesabaran dan keikhlasan menghadapi ujian kehidupan.
"Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita arti sejati dari cinta yang tidak melampaui cinta kepada Allah Swt. Nabi Ismail mengajarkan kepada kita makna kesabaran, keikhlasan, dan ridha dalam menerima takdir," ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan jamaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.




