Kasus Keracunan Air Ledeng di Henan, Tiongkok Masih Berlanjut, Warga Protes

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, Kabupaten Weishi di Kota Kaifeng, Provinsi Henan, terus dilanda kasus keracunan air minum. Banyak warga mengalami muntah, diare, dan gatal-gatal pada kulit, bahkan klinik-klinik kecil pun dipenuhi pasien. Pada 22 hingga 23 Mei, rumah sakit dan klinik masih penuh sesak. Sejumlah warga juga melakukan protes di depan kantor pemerintah Kabupaten Weishi, namun tidak mendapat tanggapan.

EtIndonesia.com. Seorang reporter media Tiongkok pada 23 Mei menelepon layanan hotline wali kota Kaifeng. Petugas menyatakan bahwa Kabupaten Weishi saat ini belum sepenuhnya memulihkan pasokan air yang aman. Di beberapa wilayah yang pasokan airnya sudah kembali, air keran yang keluar berwarna biru muda karena adanya sisa disinfektan. Warga tidak dianjurkan menggunakannya, dan waktu aman untuk konsumsi masih harus menunggu pemberitahuan resmi dari pemerintah.

Seorang warga Kompleks Hongyu International City di Kabupaten Weishi, Yang Lan (nama samaran), mengatakan kepada NTD bahwa pihak berwenang menyatakan air keran telah diuji, dan warga diminta membiarkan air mengalir selama 30 menit sebelum digunakan untuk mencuci muka atau mandi, tetapi tetap tidak boleh diminum.

 “Kemarin ada orang yang setelah sikat gigi dan cuci muka malah mengalami diare. Ada juga yang mandi lalu diare, bahkan ada yang kulitnya bermasalah. Airnya selalu terasa berbau amis menyengat. Mereka juga tidak memberi tahu berapa kandungan bakterinya atau bagaimana hasil uji kualitas airnya. Semuanya tidak transparan sama sekali,” ujar Warga Hongyu International City, Yang Lan (nama samaran). 

Yang Lan mengatakan lebih dari 600 keluarga mengalami masalah air minum. Ia sendiri telah menerima 24 botol air, tetapi persediaan air mineral sangat terbatas dan di beberapa tempat bahkan tidak bisa dibeli. Pemerintah disebut memberikan 20 ton “air subsidi”.

“Masalahnya, yang mereka subsidi itu air keran, dan tidak ada yang berani meminumnya. Tidak ada arti nyata sama sekali. Sebenarnya masalah ini sudah muncul sejak April, tetapi pemerintah terus menutup-nutupinya dan melarang orang membicarakannya. Setelah tidak bisa ditutupi lagi dan meledak dalam skala besar, barulah situasi seperti ini terjadi,” ujarnya. 

Karena pemerintah dianggap tidak bertindak, sejumlah warga turun melakukan protes. Namun pihak pengelola properti dan pemerintah saling melempar tanggung jawab tanpa memberikan penjelasan kepada masyarakat. Warga mengatakan pasokan air dimonopoli oleh pihak tertentu sehingga semua keputusan ada di tangan mereka. Kesulitan warga untuk mendapatkan pengobatan juga tidak diselesaikan.

Yang Lan mengatakan:  “Baik klinik kecil maupun rumah sakit besar, setiap hari penuh antrian. Bahkan di klinik kecil saja, antrean bisa sampai tengah malam, dengan lebih dari 200 nomor antrian.”

Seorang warga Tiongkok bermarga Qi (nama samaran) mengatakan bahwa air sumur dalam sebenarnya tidak bermasalah, tetapi justru air keran yang sudah diproses dan disaring malah menimbulkan masalah, dan ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya kasus serupa juga pernah muncul di Hangzhou, namun pemerintah dinilai tidak memiliki sikap untuk memperbaiki kesalahan.

 “Memberi sedikit air kompensasi seperti ini hanya sekadar formalitas. Masalah ini sendiri sudah sangat absurd, sama saja dengan penghinaan terbesar terhadap rakyat Tiongkok. Partai Komunis sama sekali tidak peduli pada rakyat. Hal seperti ini bagi mereka hanya masalah kecil. Di Tiongkok, kejadian seperti ini sudah dianggap biasa, semua orang sampai mati rasa. Lalu apa yang bisa dilakukan? Inilah kondisi Tiongkok saat ini,” katanya

Laporan oleh reporter NTD Zhang Zhongyuan, Li Shanshan, serta reporter khusus Gu Xiaohua dan Peng Xinyu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makkah Punya Rumah Potong Hewan Modern, Daur Ulang 100 Persen Limbah
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tari Saman Satukan Semangat Pelajar Jakarta Menuju Festival di Korea Selatan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPK Beri Tenggat 60 Hari Pemda Kalsel Tindaklanjuti Temuan Audit
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspada Kontaminasi Bakteri! Simak Cara Distribusi Daging Kurban yang Aman dan Higienis
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
7 Wilayah di Kaltim Diprediksi Diguyur Hujan Badai Saat Iduladha
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.