EtIndonesia.com. Di tengah meluasnya wabah Ebola, wilayah timur Republik Demokratik Kongo kembali dilanda konflik bersenjata. Pertempuran sengit terjadi antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak M23.
Menurut laporan Agence France-Presse, sumber keamanan dan pejabat lokal menyatakan bahwa pertempuran terbaru terutama terjadi di wilayah Masisi, Provinsi North Kivu. Daerah ini berada di sebelah selatan Provinsi Ituri, yang merupakan pusat utama wabah Ebola.
Wakil Gubernur North Kivu, Didier Lomoyo, pada 25 Mei mengatakan bahwa bandara strategis di Kisangani diserang dengan mortir. Bandara tersebut dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok M23. Pesawat militer pemerintah Republik Demokratik Kongo dari ibu kota Kinshasa beroperasi dari bandara itu.
Sumber kepolisian setempat juga mengungkapkan bahwa dua drone berhasil dicegat dan tidak menimbulkan kerusakan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Provinsi North Kivu dan South Kivu baru-baru ini beberapa kali mengalami serangan udara. Namun, AFP belum dapat memverifikasi secara independen jumlah korban akibat serangan tersebut.
Wilayah timur Republik Demokratik Kongo kaya akan sumber daya alam, tetapi selama lebih dari 30 tahun terus dilanda konflik bersenjata antara berbagai kelompok militan. Sejak 2021, pemberontak M23 yang didukung oleh Rwanda telah merebut wilayah yang luas, dan pada awal 2025 pertempuran kembali meningkat tajam.
Sementara itu, wilayah timur Kongo Demokratik juga merupakan pusat wabah Ebola saat ini. Wabah tersebut telah menyebabkan 204 kematian dan terdapat 867 kasus dugaan infeksi. WHO telah mengeluarkan peringatan kesehatan internasional terkait situasi terkait.
Sumber : NTDTV.com





