Kasus Kanker Payudara Tinggi, Ini Cara SADARI yang Benar-Tips Kesehatan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan. Sayangnya, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), pengobatan kanker payudara pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan hingga 80–90 persen. Selain pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan, deteksi dini juga bisa dilakukan secara mandiri melalui metode SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri.
 

Baca Juga :

Penelitian Ungkap Tertawa Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung-Tips Kesehatan
  Apa Itu SADARI? SADARI merupakan metode pemeriksaan payudara secara mandiri untuk membantu mendeteksi perubahan atau kelainan pada payudara sejak dini.

Kanker payudara sendiri berasal dari jaringan dan saluran penunjang kelenjar payudara, namun tidak termasuk kulit payudara. Karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali kondisi payudara masing-masing agar lebih mudah menyadari jika terjadi perubahan yang tidak normal. Tata Cara Melakukan SADARI Berikut tahapan melakukan SADARI yang dikutip dari laman resmi Kemenkes: Tahap Pertama Berdiri di depan cermin dan angkat kedua tangan. Pastikan posisi bahu sejajar. Letakkan kedua tangan di pinggang, lalu perhatikan bentuk, warna, dan ukuran payudara.

Periksa apakah terdapat perubahan seperti benjolan, kerutan pada kulit, kemerahan, atau posisi puting yang tidak normal. Tahap Kedua Angkat kedua lengan ke atas untuk melihat apakah kedua payudara terangkat secara bersamaan. Tahap ini membantu mendeteksi kemungkinan kelainan pada payudara. Tahap Ketiga Gunakan ujung jari untuk meraba payudara secara perlahan. Periksa apakah terdapat benjolan dengan pola tertentu, seperti gerakan melingkar, dari kanan ke kiri, atas ke bawah, hingga area ketiak. Tahap Keempat Tekan puting secara perlahan dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Cairan abnormal bisa berwarna putih, kuning, atau bercampur darah. Tahap Kelima Berbaring dengan bantalan di sisi payudara yang diperiksa. Letakkan tangan di belakang kepala, kemudian lakukan pemeriksaan menggunakan ujung jari. Tahap Keenam Bungkukkan badan di depan cermin dan amati apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
 

Baca Juga :

Mengenal Gut Health: Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Usus-Tips Kesehatan
  Kapan SADARI Sebaiknya Dilakukan? SADARI dianjurkan dilakukan secara rutin setiap bulan, sekitar 7 hingga 10 hari setelah menstruasi selesai. Pemeriksaan juga bisa dilakukan saat mandi karena permukaan kulit lebih licin sehingga lebih mudah diraba.

Deteksi sejak dini sangat penting agar penanganan kanker payudara bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Nah, melakukan SADARI secara rutin bisa menjadi langkah sederhana untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh sendiri. Jika menemukan perubahan atau kelainan pada payudara, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Pinrang Respons Cepat, Beras Bantuan Bermasalah Langsung Diganti
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Gangguan KRL Duri-Tangerang Usai, Rangkaian Mogok Digandeng ke Rawabuaya
• 20 jam laludetik.com
thumb
Meski Banyak Diprotes, Purbaya Tetap Andalkan Cortaxe untuk Kejar Pendapatan Negara Tahun Ini
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ayu Ting Ting Siapkan Sapi Kurban Berukuran Jumbo di Hari Raya Idul Adha
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Tari Saman Satukan Semangat Pelajar Jakarta Menuju Festival di Korea Selatan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.