Rupiah Tembus 17.800 per Dolar AS, Purbaya Jamin APBN Masih Aman

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp 17.800 per dolar AS tidak mengharuskan pemerintah menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Menurut dia, Kementerian Keuangan sebelumnya sudah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario ekonomi, termasuk membuat perhitungan ketika harga minyak global mencapai US$ 100 per barel.

“Kita udah hitung. Pada waktu simulasi (minyak global) 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5).

Selain itu, ia memandang kondisi pasar obligasi masih terkendali meski rupiah mengalami tekanan. Hal itu dibantu dengan strategi pemerintah melakukan langkah stabilisasi melalui pembelian obligasi agar imbal hasil (yield) tetap terjaga.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemahkan bond (obligasi), yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di bendahara (Direktorat Jenderal Pembendaharaan), untuk sedikit membeli (buyback), supaya yield-nya agak terkendali,” katanya.

Bendahara negara itu menganggap stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting dalam menjaga minat investor asing terhadap aset domestik. Selama pasar obligasi terkendali, kata dia, kemampuan investor asing untuk berinvestasi juga akan terjaga. Pemerintah pun menurutnya sudah mulai melihat ada modal asing yang masuk ke pasar obligasi RI.

Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. “Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan rupiah dengan signifikan,” ucapnya.

Meskipun rupiah melemah, dia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dianggapnya masih cukup baik. Sementara pelemahan nilai tukar mata uang biasanya terjadi ketika adanya gangguan fundamental ekonomi di negara yang bersangkutan.

Adapun nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,20 persen hingga mencapai Rp 17.830 per dolar AS. Sementara asumsi makro untuk nilai tukar rupiah di dalam APBN 2026 dipatok sebesar Rp 16.500 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Getol Efisiensi, Kinerja Keuangan VKTR Moncer di Kuartal I/2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Penyembelihan Sapi Kurban Jumbo Sapu Jagad di Kendal Dramatis, Tali Putus Saat Dirobohkan
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Membaca Arah IHSG Semester II/2026 usai Rebalancing FTSE dan MSCI
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Plastik Mahal, Daging Kurban Dibungkus Daun Jati
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Ipul Yakin Kunjungan Prabowo ke Perancis Bakal Bawa Manfaat untuk Indonesia
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.